Surabaya – Mahasiswa Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya teus berinovasi. Salah satu inovasi yang dipamerkan di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) salah satunya adalah Winner-Bot.

Winner-Bot adalah robot pembersih kaca gedung bertingkat konvensional dengan sistem kendali otomatis dan monitoring. Winner-Bot diciptakan oleh lima mahasiswa yakni Sifa Rahmania dari D3 teknik mesin dan empat rekannya dari Fakultas Vokasi D3 Instrument yakni Roni Kusumah, Johannes Bismaputra, Ahmad Haqqi Dudayef, dan Amanda Fitri Saudzah.

“Kami cukup prihatin karena kan banyak orang kadang jatuh gara-gara bekerja sebagai tenaga pembersih kaca di gedung-gedung tinggi. Akhirnya kami berinisiatif untuk membuat Winner-Bot ini,” Sifa saat ditemui di PKM yang digelar di Hall lantai 1 BAAK ITS Surabaya, Selasa (11/7/2017).

Sifa menjelaskan, Winner-Bot adalah robot yang berbasis inti Arduino yang dilengkapi dengan Sensor Proximity dan Passive Suction Cup untuk pembersih kacanya.

Pengoperasiannya cukup mudah, hanya menggunakan sumber baterai dan sensor proximity sebagai sistem navigasi robot yang terpasang pada pinggiran kacanya.
Sehingga pengguna benda ini dapat mengaplikasikan melalui aplikasi di Android yang memudahkan pengguna untuk mengontrol atau meningkatkan tingkat level cairan pembersih dan sisa daya baterai selama penggunaan.

Proses jalan robot ini seperti jalannya ular namun ukurannya lebih memanjang tergantung dari ukuran jendelanya sendiri. Selain itu Winner-Bot dipasangi alat perekat yang mudah dilepas pasang pada bagian dinding-dinding bagannya sehingga memudahkan robot untuk berjalan dan tidak mudah terjatuh pada ketinggian.

“Komponen robotnya ada baterai Lippo 5400, tabung air, selang air, robot inti berbasis arduino, motor DC wild thunder gearbox 1:75, sensor level, sensor tegangan baterai dan spon pembersih kaca. Sebenarnya alat ini sudah ada di negara-negara maju seperti Jepang tapi dibanderol mahal sekitar Rp 25-30 juta, tapi kami membuat robot ini tanpa trial errornya hanya mencapai Rp 3 juta saja,” kata Sifa.

Dalam pengerjaan robot ini Sifa bersama rekan-rekannya menghabiskan waktu sekitar 6 bulan lamanya.

Perlu waktu 6 bulan untuk membuat Winner-BotPerlu waktu 6 bulan untuk membuat Winner-Bot (Foto: Marwah Zada Rahmatina)

(iwd/iwd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here