RAKYAT.NET, Jakarta – Isu mahar politik 500 milyar memanaskan konstelasi politik jelang Pilpres 2019. Masyarakat sempat dibingungkan dengan isu panas tersebut. Namun masyarakat mulai kritis menanggapi isu liar tersebut. Jika itu benar mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diam saja?

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade mempertanyakan tudingan mahar Sandiaga Uno terhadap PAN dan PKS. Andre meminta tudingan itu dibuktikan. “Ini bisa dibuktikan, yang Rp500 juta saja KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) bisa membuktikan,” kata Andre.

Menurut Andre, PAN dan PKS juga sudah menegaskan tak pernah menerima mahar politik dari Sandiaga. Lagipula, kata dia, uang Rp1 triliun itu tidak sedikit dan harusnya mudah untuk diusut kebenarannya. “Ini contoh hoaks kekinian.”

Andre mengatakan Gerindra malah sudah terbiasa merogoh kocek sendiri dalam membiayai kontestasi pemilihan. Dia memberi contoh saat Gerindra mengusung Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta 2012, dan Ridwan Kamil saat Pilwalkot Bandung.

“Contoh Pak Jokowi-Ahok menang Pilkada DKI dari pembiayaan Gerindra dan Pak Prabowo (Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto), Ridwan Kamil dari pembiayaan Pak Prabowo dan Gerindra,” katanya.

Bagi Andre, isu mahar Rp500 miliar terhadap PAN dan PKS sudah usang. Toh, kata dia, kedua partai itu juga sudah memutuskan merapat mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Saat ini kami apresiasi PAN dan PKS termasuk Demokrat yang telah legowo mendukung Prabowo-Sandi,” tambahnya.

Sumber: msn.com