BEKASI, KOMPAS.comWali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan banyak siswa yang belum mendapatkan sekolah setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di Kota Bekasi tahun ajaran 2017-2018.

“Kebetulan banyak (siswa) yang belum bisa tertampung. Saya melihat kebutuhan anak sekolah itu adalah kebutuhan wilayah, kebutuhan kabupaten, kota. Penerimaan (siswa) masih banyak masyarakat dekat-dekat (SMKN 2 Kota Bekasi) sini yang belum mendapatkan sekolah,” ujar Rahmat saat melakukan sidak ke SMKN 2 Kota Bekasi, Ciketing Udik, Bantargebang Kota Bekasi, Selasa (11/7/2017).

Ia melanjutkan dalam satu SMA atau SMK bisa terdapat 76 rombongan belajar atau kelas. Sehingga jika dalam satu kelas terdiri dari 36 siswa bisa menerima siswa sekitar dua ribu siswa.

Namun, di Kota Bekasi sendiri, kata Rahmat, ruang kelas baru (RKB) masih terbatas. Selain itu juga saat ini RKB sudah diatur oleh Provinsi Jawa Barat.

Pada Selasa siang sekitar pukul 13.00, Rahmat mendatangi SMKN 2 Kota Bekasi. Sebab, pada Senin (10/7/2017) beberapa warga sekitar sekolah melakukan aksi protes karena anaknya belum mendapatkan sekolah.

“Bukan hanya persoalan demo, tapi kewenangan SMA dan SMK kan kewenangannya ada pada provinsi. Makanya hari ini saya liat, mudah-mudahan besok (Rabu) saya panggil jam 8 seluruh kepala sekolah SMA dan SMK,” kata Rahmat.

Ia menegaskan, esensi dibangunnya SMKN 2 Kota Bekasi ini adalah dibuka untuk masyarakat Kecamatan Bantargebang. Rahmat juga menjelaskan memang letak SMKN 2 Kota Bekasi ini berbatasan dengan Kabupaten lain.

Namun, menurutnya, untuk penerimaan siswa dari Kabupaten lain kuotanya sebesar 2,5 persen. Sehingga seharusnya siswa yang diterima lebih banyak siswa yang berdomisili sama seperti domisili sekolah.

Sebelumnya orangtua siswa yang berasal dari warga sekitar SMKN 2 Kota Bekasi melakukan aksi unjuk rasa karena anaknya belum mendapatkan sekolah.

 

PenulisAnggita Muslimah Maulidya Prahara Senja

EditorDian Maharani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here