RAKYAT.NET, Jakarta – Pekan ini adalah batas waktu pelapor Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak atau SPT Pajak, namun total wajib pajak yang telah melaporkan SPT hanya baru mencapai 8,6 juta atau 54,8 persen dari target total. Artinya masih ada 45 persen lebih dari pelapor target pajak tahun ini yang sebanyak 15,5 juta orang orang yang belum melaporkan SPT Pajak mereka.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama, menjelaskan bahwa sekarang sekitar 6,9 juta wajib pajak (WP) belum melapor ke Kantor Pelayanan Pajak terdekat. Adapun total WP yang telah melaporkan SPT sebanyak 8,6 juta atau mencapai 54,8 persen dari total target.

“SPT Tahunan yang telah masuk sampai tadi pagi sebanyak 8.628 juta dimana 93 persennya atau 8.02 juta disampaikan melalui e-filling dan 600 ribu lagi secara manual dan e-SPT,” jelas Yoga (25/03/2019).

Dengan cara tersebut, Yoga menjelaskan, terjadi peningkatan 10,78 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yakni 7,79 juta SPT tahunan. “Dalam 8,6 juta SPT tersebut terdapat ada 231 ribu SPT Tahunan WP Badan,” jelas dia.

Jumlah WP yang wajib SPT tahun ini sebanyak 18,3 juta. Walau demikian, Ditjen Pajak menargetkan kepatuhan formal sebanyak 15,5 juta saja. Target ini lah yang dirasa masih cukup besar. Apalagi, dari catatan Bisnis, selama jangka lima tahun belakangan, rata-rata jumlah kepatuhan WP tak lebih dari 64,8 persen.

Minggu lalu, antrian WP di ruang pelaporan surat pemberitahuan tahunan atau SPT tahunan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Tanah Abang I terlihat sepi. Belasan orang di aula lantai empat kantor itu telah duduk di depan meja petugas untuk melaporkan SPT-nya saat siang hari. Mereka terlihat sibuk mengisi e-filling.

“Sudah sepi sekarang. Diprediksi ramai lagi menjelang akhir pekan depan,” kata Andik Nashar Widodo, Kepala Seksi Ekstensifikasi Penyuluhan KPP Pratama Jakarta Tanah Abang I, Rabu siang.

Menurut jadwal yang diinfokan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Pajak di situsnya, pelaporan SPT pajak terakhir tahun ini dijadwalkan 31 Maret 2019. Andik memperkirakan, menjelang akhir Maret, wajib pajak baru akan datang dan memenuhi kantor pajak untuk melaporkan SPT-nya.

Untuk memberikan kesempatan kepada wajib pajak untuk melaporkan SPT, Dirjen Pajak Robert Pakpahan memberikan instruksi ke setiap Kantor Pelayanan Pajak (KPP) maupun Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) untuk memperpanjang layanan. Robert meminta KPP dan KP2KP tetap melayani masyarakat pada hari Sabtu 30 Maret 2019, pada pukul 08.00 – 16.00 WIB atau bagian waktu lainnya. Sementara itu Kantor Layanan Informasi dan Pengaduan (KLIP) Ditjen Pajak juga harus tetap buka pada Sabtu pukul 08.00 – 16.00, dan Minggu pada pukul 08.00 – 12.00 WIB.

Sumber : Tempo.co