Merdeka.com, Jawa Tengah – Waduk Gunung Rowo merupakan salah satu tempat wisata di Pati yang indah dengan pemandangan yang menawan. Terletak di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, waduk yang berada di lereng pegunungan Muria sebelah timur dan memiliki luas sekitar 320 ha tersebut banyak dikunjungi masyarakat di sekitar Pati.

Waduk Gunung Rowo dapat menampung air sebanyak 5,5 juta meter kubik. Air yang berada di Waduk Gunung Rowo dapat menyuplai Waduk Seloromo yang letaknya berdekatan.

“Waduk Gunung Rowo dan Waduk Seloromo mampu mengairi sawah di beberapa Kecamatan di Pati seperti Kecamatan Margorejo, Wedarijaksa, Juwana, Tlogowungu dan Pati yang luasnya sekitar 10.000 ha,” jelas Mbah Sukarmin, penduduk yang tinggal di sekitar Waduk Gunung Rowo.

Waduk ini dibangun pada masa Penjajahan Belanda sekitar tahun 1928. Tujuan pembangunan waduk ini tentu saja untuk menampung air pada musim penghujan dan menggunakannya untuk mengairi persawahan pada musim kemarau.

Saat ini sudah banyak warga Pati yang memanfaatkan Waduk Gunung Rowo sebagai tempat wisata. “Untuk menjangkaunya juga tidaklah sulit karena sudah ada angkutan kota dengan trayek Terminal Pati – Waduk Gunung Rowo,” jelas Sukarmin.

Bagi yang menggunakan kendaraan umum, dapat naik bus menuju terminal Pati, dari terminal dapat naik angkutan umum hingga tempat tujuan. Namun, jika menggunakan kendaraan pribadi, bisa melewati daerah Tlogowungu menuju Jolong Pati, dari sana ikutilah petunjuk arah hingga sampai di tempat wisata Waduk Gunung Rowo.

Menurut Sukarmin yang juga berjualan di sekitar waduk mengungkapkan kebanyakan pengunjung menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil. “Tempat ini juga sering dijadikan tujuan untuk bersepeda di hari libur,” jelasnya.

Sukarmin juga menjelaskan banyak rombongan atau klub sepeda yang menyusuri tempat ini. Dengan rute yang sedikit naik turun pastinya akan menimbulkan kesan tersendiri. Aktivitas yang dilakukan di Waduk Gunung Rowo sangat beragam.

“Anda dapat sekedar duduk-duduk menikmati pemandangan, atau bisa juga memancing ikan di pinggir danau. Bagi pehobi mancing, mancing di Gunung Rowo kata orang sangat menarik,” tambah Sukarmin.

Menurut catatan yang berada di kantor Dinas Pemukiman dan Prasarana Daerah setempat, waduk ini dibangun pada tahun 1928 oleh Pemerintahan Belanda. Seluas kurang lebih 320 ha waduk ini mampu menampung air sekitar 5,5 juta meter kubik sehingga mampu mengairi area persawahan seluas 10.000 hektar.

Di sebelah Timur tempat wisata waduk gunung rowo dibangun tanggul yang berfungsi sebagai tanggul penahan air sekaligus sebagai jalan raya yang dapat dilewati kendaraan untuk melintasi waduk.

Tempat wisata Waduk Gunung Rowo pati ramai saat libur. Bagi mereka yang hobi dengan memancing juga kebanyakan datang ke tempat ini untuk memancing.

Siti Aisyah, warga Kudus yang berkunjung ke waduk mengungkapkan senang bisa berkunjung ke waduk pemandangan hijau dan waduknya menjadi penyegar mata. “Jangan abadikan moment saat di Waduk Gunung Rowo,” pesannya.

Untuk masuk ke kawasan Waduk gunung Rowo cukup dengan Rp. 2.000, anda dapat menikmati keindahan waduk sepuasnya.

 

(PU)

Laporan: Imam Khanafi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here