Jakarta – Upah nominal buruh tani nasional pada Juni 2017 naik 0,26% menjadi Rp 49.912 per hari, dari Mei 2017 sebesar Rp 49.782 per hari. Upah secara riil juga naik 0,04% dibandingkan Mei 2017 dari Rp 37.380 menjadi Rp 37.396.

“Upah buruh tani Rp 49.912, dengan catatan bahwa inflasi pedesaan adalah 0,26%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto, dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (16/7/2017).

Kemudian upah harian buruh atau kuli bangunan bukan mandor pada Juni 2017 naik 0,02% dibandingkan Mei 2017, dari Rp 83.958 menjadi Rp 83.975, sedangkan upah riil mengalami penurunan 0,67%, menjadi Rp 64.736 dari sebelumnya Rp 65.170. Penurunan ini karena laju inflasi yang terjadi.

“Upah buruh bangunan ada sedikit peningkatan nominal, tapi secara riil turun,” kata Suhariyanto.

Sedangkan upah buruh potong rambut wanita per kepala pada Juni 2017 mengalami kenaikan 0,83% dibandingkan Mei 2017, dari Rp 25.438 menjadi Rp 25.649. Upah riil Juni 2017 dibandingkan Mei 2017 naik 0,14% dari Rp 19.745 menjadi Rp 19.772.

Selanjutnya, rata-rata upah nominal pembantu rumah tangga per bulan di Juni 2017 dibandingkan Mei 2017 mengalami kenaikan 0,17% dari Rp 374.453 menjadi Rp 375.090. Upah riil Juni 2017 dibandingkan Mei 2017 turun sebesar 0,52% dari Rp 290.657 menjadi Rp 289.153.

(mkj/mkj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here