RAKYAT.NET, Jakarta – Pada akhir September, Twitter melakukan uji coba menambah batas karakter dalam satu kali tweet dari 140 menjadi 280. Kabarnya, uji coba ini bakal diterapkan secara resmi.

“Ini merupakan perubahan kecil, namun pergerakan besar bagi kami. Batas 140 karakter terasa tak masuk akal jika melihat batas SMS yang mencapai 160,” ujar CEO Twitter, Jack Dorsey, sebagaimana dilansir detikINET dari Forbes pada Senin (2/10/2017).

“Saya bangga terhadap tim yang memikirkan rencana ini sebagai bentuk pemecahan masalah bagi seseorang saat melakukan kicauan. Hal ini juga sekaligus menjaga keringkasan, kecepatan, dan esensi kami,” sambungnya.

Nantinya, layanan ini akan berlaku untuk seluruh bahasa di dunia, kecuali Jepang, Korea, dan China. Hal tersebut didasari oleh hasil riset yang dilakukan pihak Twitter sendiri.

Riset tersebut membuktikan, lebih banyak kicauan dalam bahasa Inggris yang melebihi kapasitas karakter dibandingkan dengan bahasa Jepang. Selain itu, mereka juga menemukan bahwa 9% tweet dalam bahasa Inggris mengandung 140 karakter, sedangkan hanya 0,4% tweet dalam bahasa Jepang yang mencapai batas tersebut.

“Kami mengerti beberapa dari kalian mungkin sudah terbiasa dengan batas 140 karakter. Namun uji coba ini berusaha untuk memunculkan kekuatan yang bisa didapat dari 280 karakter sehingga kalian menyukainya. Satu hal yang tidak akan berubah, jati diri Twitter yang mengusung keringkasan,” tutur Product Manager Twitter Aliza Rosen dan Senior Software Engineer Twitter Ikuhiro Ihara.

Meskipun masih dalam tahap percobaan, reaksi yang diserukan oleh netizen cenderung bernada negatif terkait rencana Twitter ini. Beberapa pengguna beranggapan hal tersebut dapat mengubah daya tarik Twitter sendiri yang identik dengan 140 karakter.

Sedangkan pengguna yang lain, menyarankan Twitter untuk lebih memikirkan perihal aksi propaganda oleh Rusia melalui platform tersebut. Sebelumnya, Twitter sudah terlihat mengarah ke rencana ini.

Pada 2016, rumor serupa sempat berhembus kencang. Namun kecaman yang datang pun juga deras mengalir dari netizen, yang sekaligus memprotes keputusan Twitter untuk mengkurasi tweet pada timeline pengguna yang tidak kronologis.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here