TEMPO.CO, Makassar — Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan menyiapkan uang tunai Rp 5,9 triliun kebutuhan Ramadan hingga Lebaran 2017 1438 Hijriyah, termasuk untuk kebutuhan tukar uang baru. Angka itu meningkat 50 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kita siapkan uang banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, karena selama Ramadan itu kebutuhan uang tunai cenderung meningkat,” tutur Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Bambang Kusmiarso usai buka puasa pada Senin 5 Juni 2017.

Menurut Bambang, BI juga telah menyiapkan tempat pelayanan penukaran uang selama Ramadan. Oleh karena itu masyarakat yang ingin mekakukan penukaran dihimbau agar ke tempat resmi untuk menghindari uang palsu. “Kita sudah siapkan tempat-tempat resmi penukaran uang dan menggadeng beberapa bank,” tutur dia.

Bambang menyebutkan, saat ini BI telah memperluas layanan tukar uang baru untuk kebutuhan Lebaran 2017 di Lapangan Karebosi, kas keliling dan beberapa pasar di wilayah Kabupaten Gowa dan Maros. “Kas keliling ini keluar tiga kali sepekan yakni Selasa, Rabu dan Kamis. Dan layanan penukaran uang ini mulai 5-22 Juni,” ucapnya.

Selain di Kota Makassar, BI juga menyiapkan kas keliling di Kota Parepare, Kabupaten Bulukumba, Bone dan Kota Palopo.

Bambang menjelaskan, temuan uang palsu menurun cukup signifikan karena gencarnya BI melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada masyarakat. Pada April lalu uang palsu yang ditemukan sebanyak 169 lembar yang artinya menurun dibandingkan sebelumnya yakni 199 lembar. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat dan perbankan semakin paham dan sadar jika menemukan uang palsu,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur BI, Agus DW Martowardjojo memprediksi jika peredaran uang tunai akan melonjak hingga 14 persen selama Ramadan dan Lebaran 2017. Sehingga BI menyiapkan tambahan uang sebanyak Rp 167 triliun.

DIDIT HARIYADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here