JAKARTA, KOMPAS.com – Zaman sekarang, tak banyak lagu anak-anak yang memang cocok didengarkan oleh anak-anak. Memang, ada beberapa lagu anak-anak yang baru bermunculan.

Namun, menurut gitaris dan penulis lagu Tohpati (45), lagu anak-anak yang lama tak boleh dilupakan.

“Iya, jadi sebenernya selain buat lagu baru untuk anak-anak, harus prihatin juga dengan lagu anak-anak yang lama. Disosialisasiin lagi sama anak-anak sekarang, karena menurut saya mereka enggak tahu,” ujar Tohpati ketika berbincang dengan wartawan usai gelaran acara Penganugerahan 20 Lagu Anak Dendang Kencana 2017, di Bentara Budaya Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

“Menurut saya lagu yang lama juga banyak yang enggak tahu, karena dari sekolah itu udah enggak pernah ada seni yang mengejarkan soal lagu anak. Dari situ sih. Percuma kalau direkam, tapi untuk konsumsi bisnis atau label. Kalau enggak laku kan paling enggak dilanjutin,” imbuhnya.

Pemilik album Guitar Fantasy ini menambahkan bahwa lagu-lagu anak di Indonesia memang sudah langka.

“Mungkin menurut saya, kayak ‘Burung Kakak Tua’, ‘Desaku’, ‘Balonku’ yang tahu kayaknya angkatan umur 25 ke atas deh. Di bawah itu kayaknya mereka enggak tahu. Anak saya SMA kelas 1 enggak tahu ‘Desaku’,” ungkapnya.

“Jadi kayaknya kalau generasi saya udah punah, lagu anak juga punah,” tambahnya.

Tohpati menerangkan pula bahwa pemerintah memiliki peran sentral dalam menggiatkan lagu anak-anak kembali.

“Iya dong. Makanya bagaimana bisa disosialisasikan dan pemerintah dukung. Kita harus perhatian konten, visi, dan misinya harus jelas banget,” tutupnya.

 

Penulis: Sintia Astarina

Editor: Bestari Kumala Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here