RAKYAT.NET, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan TNI AU akan meningkatkan kemampuan Pasukan Khas (Paskhas) sebagai pasukan khusus di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Peningkatan itu, selain memperbesar jumlah pasukan, juga akan mendukung operasional pasukan. Di antaranya menambah pesawat angkut khususnya jenis Hercules C-130 D.

Menurut KSAU, pesawat Hercules C-130 D ini sudah dilengkapi dengan oksigen, sehingga mampu digunakan untuk operasi penerjunan baik HAHO (High Altitude High Opening) maupun HALO (High Altitude Low Opening).

“Ini akan sangat bermanfaat bagi penerjunan Pasukan Khas,” kata KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto usai memimpin upacara HUT ke-70 Kopaskhas di Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Selasa 17 Oktober 2017.

Tidak hanya penambahan pesawat angkut, TNI AU juga akan mengembangkan pangkalan-pangkalan di daerah terluar, seperti Ranai, Tarakan maupun Morotai. Penguatan pangkalan di daerah terluar itu, lanjut KSAU, akan diikuti dengan penempatan anggota TNI AU khususnya dari Korps Baret Jingga.

KSAU menambahkan, dengan adanya penempatan pasukan di kawasan pangkalan terluar itu, maka Paskhas akan dimekarkan. Sekarang ini, Paskhas memiliki pasukan yang terbagi di tiga wing. Wing I Jakarta, Wing II Makassar, dan Wing III Medan, serta Pusdiklat Paskhas di Bandung dan Satuan Bravo 90/Anti Teror.

“Ke depan harus dikembangkan lagi, karena penempatan-penempatan di daerah terluar,” tutur KSAU.

Peningkatan lain yang tak kalah penting, menurut KSAU, adalah penambahan 11 unit Oerlikon Skyshield yang akan ditempatkan di sejumlah titik khususnya di pangkalan-pangkalan udara yang dinilai strategis dan perlu.

“Juga akan menempatkan drone di Ranai maupun Tarakan yang mampu terbang hingga 2.000 kilometer, dan di situ fungsi serta tugas Paskhas diperlukan untuk menjaga,” ujarnya. Di samping itu, Hadi juga berupaya menambah radar TNI AU, baik radar aktif maupun radar pasif.

Pada peringatan HUT ke-70 ini, dimeriahkan pula dengan demo pembebasan sandera, demo serangan udara serta terjun payung dan tembak jarak dekat.

Paskhas TNI Angkatan Udara merupakan satu-satunya pasukan sejenis di Asia. Pasukan ini memiliki kemampuan tempur darat serta Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan, untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan kawan yang tidak dimiliki oleh pasukan lainnya.

Tanggal 17 Oktober ditetapkan sebagai hari jadi Paskhas, sebagai peringatan operasi terjun payung pertama Angkatan Udara pada 17 Oktober 1947. Sebanyak 13 anggota AURI diterbangkan dari Pangkalan Udara Maguwo (kini Lanud Adisutjipto) dan diterjunkan di Kota Sambi (Kota Waringin), Kalimantan Tengah atas permintaan Gubernur Pangeran Muhammad Noor.

Sumber: viva.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here