RAKYAT.NET, Jakarta – Di era kebebasan menyatakan pendapat, kritik merupakan hal penting dalam negara demokrasi. Tanpa kritik negara demokrasi menjadi tidak sehat. Namun kritik atau pendapat harus dilakukan dengan sopan dan sesuai aturan perundang-undangan.

Beberapa hari ini masyarakat dihebohkan dengan pemberitaan di media nasional maupun lokal soal perbedaan pendapat politikus senior Amien Rais dan Luhut Binsar Pandjaitan. Politikus Partai Golkar, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyarankan agar Politikus senior Amien Rais dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bertemu. Hal ini agar persoalan antara keduanya yang dipicu kritik Amien Rais ke Presiden Joko Widodo bisa menemukan titik temu.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Amien Rais menyebut pembagian sertifikat tanah oleh Presiden Jokowi sebagai bentuk pengibulan kepada rakyat. Titiek mengatakan baik Amien maupun Luhut adalah panutan masyarakat sehingga tak elok jika saling kritik secara terbuka di depan publik dan berujung polemik.

“Sebaiknya sebagai panutan-panutan enggak perlu di depan publik untuk kisruh-kisruh begitu. Kalau memang ada yang tidak suka ya kan bukannya tidak kenal toh, bisa ketemu ya mending ketemu aja lah. Saya rasa enggak bagus lah di depan rakyat tokoh senior (saling kritik),” jelasnya ditemui di lokasi Rakernas Partai Golkar, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/3) sore.

Menurut Titiek, Luhut yang harus mengajak Amien Rais bertemu. Karena Luhut adalah pihak yang tidak terima dengan kritik Amien. “Mungkin yang merasa dikritik enggak terima (Luhut), ayo ketemu deh gitu,” ujarnya.

Sementara itu, Titiek enggan mengomentari apakah kritik Amien Rais tersebut berkaitan dengan Pilpres 2019. “Enggak tahu deh yang penting saya enggak ikut drama itu,” katanya.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here