RAKYAT.NET, Jakarta – Perkembangan teknologi telah dan akan semakin mengubah kebiasaan dan peradaban manusia.

Teknologi-teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) serta kemajuan teknologi Internet of Things (IoT) dan cloud computing–muncul karena perkembangan perangkat lunak, analisis, dan daya proses yang luar biasa-meningkatkan dan mempercepat perubahan tersebut.

Robot-robot ciptaan manusia dengan berbagai kecanggihannya bermunculan dan semakin hari semakin sempurna menyerupai manusia. Jangan heran jika beberapa dekade mendatang kita sulit membedakan antara robot dan manusia.

Inilah teknologi yang mengubah peradaban manusia:

1. Artificial Intelligence (AI)

Dalam beberapa tahun ke depan, AI atau kecerdasan buatan akan mengubah cara kita menghabiskan waktu mengolah data.

Dunia usaha akan memanfaatkan AI untuk melakukan “tugas berpikir” berbasis data, sehingga mereka dapat secara signifikan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengamati, berdebat, merencanakan skenario dan menguji setiap inovasi baru.

Kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ) saat ini memimpin inovasi kecerdasan buatan, akan segera melihat sejumlah contoh nyata dari manfaat AI dalam realita bisnis.

Beberapa pakar menyatakan bahwa AI akan mengambil alih pekerjaan manusia, namun AI juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan membuka berbagai peluang baru bagi manusia.

Misalnya, akan ada tipe profesional TI baru yang khusus pada pelatihan dan pengaturan AI. Kawasan APJ akan menjadi pusat dari keahlian-keahlian tersebut, dimana AI akan menjadi keahlian utama tenaga kerja di masa depan.

Tugas berpikir AI akan menonjol di bidang kesehatan, pertanian, dan jasa keuangan. Bagi berbagai organisasi, tantangannya adalah membuktikan nilai bisnis dari teknologi AI dan memastikan mereka memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang tepat.

2. Internet of Things (IoT)

Mulai 2018, sejumlah langkah besar menanamkan kecerdasan buatan berkecepatan tinggi (near instant) dalam IoT, baik kecerdasan buatan yang diterapkan di perkotaan, bisnis, perumahan, dan kendaraan.

Manusia akan berevolusi menjadi ‘konduktor digital’ dari teknologi dan lingkungan di sekitar. Teknologi akan berfungsi sebagai perpanjangan tangan diri kita. Setiap objek akan menjadi lebih cerdas dan membantu kita menikmati hidup secara lebih cerdas.

Kawasan APJ merupakan pusat inovasi dan implementasi IoT. Jumlah investasi akan terus bertambah dan sejumlah faktor seperti inisiatif pemerintah dan perkembangan 5G akan menjadi pendorong besar.

Jepang, Korea Selatan, Singapura, Australia dan Selandia Baru berada di depan dalam hal kesiapan IoT berkat faktor-faktor tersebut.

Namun demikian, hambatan keberhasilan IoT sama di seluruh dunia, sehingga dibutuhkan kolaborasi untuk mengatasi hambatan-hambatan seperti standarisasi yang tidak konsisten, kondisi teknologi yang tidak seragam, dan kebutuhan mempersiapkan infrastruktur.

3. Augmented Reality

Tidak lama lagi batasan antara dunia ‘nyata’ dan AR akan hilang. AR di tempat kerja akan menyatukan manusia, memungkinkan orang berinteraksi dengan data dengan cara yang belum pernah bisa dilakukan sebelumnya. APJ akan menjadi tempat pengujian aplikasi-aplikasi tersebut, seiring perjalanan kawasan ini menguasai inovasi dan aplikasi AR.

VR akan mengubah industri hiburan dan permainan dalam jangka pendek, berkat fitur pengalaman terintegrasi yang ditawarkan. AR juga diprediksi akan menjadi cara memaksimalkan efisiensi manusia dan memanfaatkan ‘pengetahuan institusional’ tenaga kerja yang terus berkembang.

4. Mega-Cloud

Mulai 2018, semakin banyak perusahaan yang beralih ke pendekatan multi-cloud, memanfaatkan kelebihan dari semua model cloud mulai dari publik hingga privat, hosted, managed dan SaaS.

Akan tetapi, seiring meningkatnya perpindahan aplikasi dan beban kerja ke berbagai jenis cloud, pertambahan silo cloud sudah pasti terjadi, yang akan menghambat kemampuan organisasi tersebut untuk sepenuhnya mengeksploitasi inisiatif analitik data dan AI.

Organisasi-organisasi di APJ akan masih menghadapi tantangan untuk mengatur infrastruktur TI mereka agar bisa mengatasi tantangan-tantangan yang ada saat ini namun tetap mempertimbangkan aplikasi-aplikasi di masa depan.

Maka mega cloud akan muncul, di mana pendekatan ini akan menjalin berbagai private dan private cloud untuk dapat bertindak sebagai suatu sistem yang koheren dan holistik dalam satu tampilan gabungan pintar dari seluruh ekosistem TI.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here