WILTSHIRE – Ahli konservasi hewan telah membuat upaya terakhir menggunakan teknologi pembenihan in vitro (IVF) untuk menyelamatkan spesies badak yang terancam dari kepunahan.

Ilmuwan dan ahli kesuburan Longleat Safari Park di Wiltshire sedang mencoba perawatan IVF pertama di dunia untuk menyelamatkan badak putih  yang kini hanya tinggal tiga ekor akibat perburuan.

Tiga ekor badak putih utara itu kini ditempatkan di bawah pengawasan penjaga bersenjata di Kenya dan terlalu tua untuk menghasilkan anak secara umum.
Ada lebih dari 2.000 ekor hewan tersebut pada 1960 namun jumlah tersebut berkurangn dengan mendadak akibat tingginya permintaan  tanduk yang bisa dijual hingga mencapai puluhan ribu pound per kilogram.

Sembilan sel telur yang diekstrak dari badak selatan betina awal minggu ini telah dipindahkan ke laboratorium di Italia untuk menunggu jatuh tempo sebelum dibuahi dan menjalankan perawatan IVF dengan sperma spesies jantan badak putih yang terakhir.

Laporan BBC menyebutkan badak bersangkutan berusia 43 tahu, yang merupakan satu-satunya badak jantan dari spesies tersebut yang masih hidup di dunia.
Kepala Safari Longleat, Jon Merrington mengatakan, para ilmuwan yang terlibat dalam proyek itu di seluruh Eropa akan mengetahui apakah tahap awal proses itu berhasil membuahkan hasil.

(wbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here