RAKYAT.NET, Jakarta – Kesepakatan tata ulang frekuensi antara pemerintah dengan pengguna pita 2.1GHz telah ditetapkan sejak November 2016 lalu. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menargetkan pelaksanaan tata ulang frekuensi 2.1GHz akan rampung pada 25 April 2018.

Tujuan diadakan tata ulang frekensi 2.1GHz sendiri adalah untuk mencapai tingkat pemanfaatan spektrum yang paling optimal, yakni dengan membuat penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) bagi setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler yang pada akhirnya akan memberikan solusi terbaik agar masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik.

Kegiatan penataan ulang jaringan ini berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1998 Tahun 2017 tentang Penataan Ulang Pita Frekuensi Radio 2.1GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Keputusan Dirjen SDPPI Nomor 376/DIRJEN/2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penataan Ulang Pita Frekuensi Radio 2.1GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler. Keduanya sudah ditandatangani sejak 20 November 2017 dan berlaku sejak ditandatangani.

Indosat ditetapkan sebagai pemenang seleksi tata ulang pada blok 12, sedangkan Hutchison 3 Indonesia (Tri) menjadi pemenang seleksi pada blok 11. Operator seluler yang melaksanakan proses yang disebut refarming ini masih bisa diberikan tenggat waktu 11 minggu sebelum proses selesai.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here