Liputan6.com, Jakarta Dilihat dari segi keamanan pangan, tanaman hidroponik yang tumbuh dengan subur di dalam rumah kaca (green house) jauh lebih aman untuk dikonsumsi ketimbang tanaman hidroponik yang ditanam tidak di dalam rumah kaca.
Demikian disampaikan Deptartemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Hardinsyah, MS saat dihubungin Health Liputan6.com,

“Kalau di dalam rumah kaca, tidak menggunakan pestisida karena tempatnya tertutup. Beda dengan yang di luar rumah kaca, yang harus menggunakan pestisida agar tanaman terhindar dari hama,” kata Hardinsyah menjelaskan.

Hidroponik adalah metode bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sama sekali. Hanya mengandalkan air dengan jumlah yang cukup banyak, serta perhatian khusus layaknya mengurus seorang bayi.

Cara berkebun seperti ini juga dapat dilakukan di mana saja. Baik di dalam ruangan yang biasa disebut dengan rumah kaca (green house) atau memanfaatkan lahan tersisa yang ada di sekitar rumah.

Untuk zat gizi dari tanaman, kata Hardinsyah menambahkan, semua sama saja. Kuncinya, cucilah sayuran dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.

Salah satu kawasan bercocok tanam menggunakan metode hidroponik dan berada di dalam rumah kaca adalah Green House Marunda Hijau yang terletak di Jakarta Utara.

Sampai saat ini, di Green House Marunda Hijau itu terdapat lima jenis sayuran yang ditanam di sana. Mulai dari pakcoi, selada, sawi, cabai, dan seledri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here