Merdeka.comPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikenal oleh masyarakat duniasebagai pengguna Twitter yang ‘beringas.’ Cuitannya banyak timbulkan kegelisahankarena dirinya sering menghina berbagai pihak.

Namun ada satu tempat di mana cuitan Trump justru menimbulkan ketenangan, keindahan dan berbagai hal positif.

Tepatnya di New York City, ada sebuah taman bawah tanah yang dipamerkan karenakeunikannya. Alih-alih menggunakan listrik negara, sistem penerangan di taman ini menggunakan listrik yang dibangkitkan dari Tweet Donald Trump. Makin tweet tersebut banyak menuai retweet, lampu akan makin terang.

Taman ini adalah hasil kreasi seniman asal Austia yang bermukin di NYC, Martin Roth. Inspirasi ini datang dari ‘tensi’ dan kecemasan masyarakat yang meninggi sejak Trump terpilih November lalu.

Di taman yang dipamerkan tersebut, tertanam lavender yang akan makin berbunga jika cahaya makin terang. Jadi jika ada kontroversi Twitter yang disebabkan oleh Trump, bunga akan makin mekar dan harum mewangi ke seluruh ruangan.

Sistem penerangannya sendiri pun dibuat memanfaatkan komputer Raspberry Pi, di mana Roth menyambungkan lampu yang merespon aktivitas akun Twitter Trump.

Tak cuma Trump, berbagai cuitan dari anggota administrasi Trump seperti sekretaris pers Sean Spicer, penasihat Trump Kellyanne Conway, acara berita dan jurnalis favorit Trump seperti Fox and Friends, Sean Hannity dan Tucker Carlson, dan media favorit Trump Seperti Breibart, kesemuanya juga turut menyumbang tenaga ke sistem penerangan ini. [idc]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here