Merdeka.com – Sebanyak 2.333 anak di Manggarai Barat, Flores kini memiliki akses buku bacaan berkualitas dengan hadirnya 12 perpustakaan Taman Bacaan Pelangi yang baru dengan koleksi 13.560 buku cerita anak. Perpustakaan berkonsep ramah anak ini diresmikan dari 20 Februari hingga 28 Februari di 12 sekolah terpilih.

Ke-12 perpustakaan Taman Bacaan Pelangi yang baru didirikan ini merupakan hasil kerjasama dengan organisasi internasional Room to Read dengan tujuan untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di Flores. Setelah sukses dengan kerjasama fase pertama melalui pendirian 8 perpustakaan di tahun 2015-2016, kini kedua organisasi tersebut melanjutkan kerjasama dengan mendirikan 12 perpustakaan baru di Flores.

Rencananya, program kerjasama ini akan berlangsung selama tiga tahun dan total jumlah perpustakaan baru yang akan didirikan adalah 48 perpustakaan di Flores.

Dengan konsep perpustakaan ramah anak, baik dari gedung perpustakaan, interior dan furniture perpustakaan, display buku, jenis buku, sistem penjenjangan buku yang berdasar pada kemampuan membaca anak, hingga sistem manajemen perpustakaan. Semuanya dirancang khusus agar dapat untuk menstimulasi minat baca anak-anak.

Menurut data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2015, dari 170.647 sekolah dasar di Indonesia, hanya 45,9% yang memiliki perpustakaan. Artinya, masih terdapat 92.215 sekolah dasar tanpa perpustakaan mayoritas di antaranya berlokasi di Indonesia Timur, seperti NTT, NTB, Sulawesi, Maluku, Ambon, dan Papua.

“Oleh karena itu, Taman Bacaan Pelangi terus berkomitmen untuk mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di Indonesia Timur melalui pendirian perpustakaan ramah anak untuk anak-anak yang tinggal di daerah-daerah pelosok di Indonesia Timur. Kami percaya, anak-anak yang suka membaca, mereka akan lebih berprestasi
di sekolah. Disamping itu, buku-buku yang disediakan di perpustakaan kami akan mampu menginspirasi mereka untuk berani bermimpi besar,” kata Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi, Rabu (1/3).

Selain mendirikan perpustakaan, Taman Bacaan Pelangi juga memberikan pelatihan kepada para kepala sekolah dan guru, termasuk pustakawan tentang sistem manajemen perpustakaan dan kegiatan membaca di perpustakaan.

“Pelatihan- pelatihan ini sangat penting agar seluruh perangkat sekolah dapat menggunakan perpustakaan Taman Bacaan Pelangi dengan baik dan tujuan agar anak cinta membaca dapat segera tercapai,” tutur Nila peraih penghargaan Wanita Merdeka, dalam rangka ulang tahun merdeka.com tiga tahun lalu ini.

Disamping itu, pihak sekolah juga dituntut komitmennya untuk menjalankan mata pelajaran baru, yaitu jam kunjung perpustakaan. Program ini didukung oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Manggarai Barat, Flores. Jam Kunjung Perpustakaan adalah dimana setiap kelas diwajibkan ke perpustakaan selama satu jam mata pelajaran per minggu.

Pada mata pelajaran ini, guru kelas mengadakan kegiatan membaca untuk anak-anak, sesuai dengan ilmu yang telah didapatkan selama pelatihan dari Taman Bacaan Pelangi. Kegiatan membaca yang dilakukan antara lain membaca lantang, membaca berpasangan, membaca bersama, dan membaca mandiri.

“Saya sangat mendukung program-program Taman Bacaan Pelangi. Atas nama Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Manggarai Barat dan masyarakat di Flores pada umumnya, kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh tim Taman Bacaan Pelangi dan berterima kasih atas kepeduliannya terhadap anak-anak di daerah kami. Kami berharap semoga kerjasama ini dapat terus terjalin demi kemajuan pendidikan di negeri ini,” kata Marten Magol, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Manggarai Barat, Flores.

Kedua belas sekolah terpilih yang kini memiliki perpustakaan ramah anak Taman Bacaan Pelangi adalah SDN Lancang, SDI Macan Tanggar, SDI Munting Kajang, SDI Namo, SDI Lengkong Kaca, SDK St Yosefa, SDK Rekas I, SDI Wae Moto, SDI Beci, SDK Wae Bangka, SDI Wiko, dan SDI Kakor. [did]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here