RAKYAT.NET, Jakarta – Pindah ke rumah baru tentu membuat Anda tak sabar untuk segera menempatinya. Terutama jika sebelumnya Anda mengontrak rumah dan sudah bosan menyandang status sebagai ‘kontraktor’ alias tukang ngontrak.

Sayangnya, rasa bahagia yang Anda rasakan belum tentu sama dengan yang dialami si kecil. Baginya, meninggalkan tempat bermain dan teman lamanya bisa menimbulkan rasa gundah.

Ditambah lagi ia harus beradaptasi dengan rumah dan lingkungan baru yang belum tentu disukainya. Anak pun tentunya harus setuju jika pindah sekolah dan memiliki teman baru.

Kalau sudah begini, Anda harus menyusun strategi sejak jauh-jauh hari yang bisa diawali dengan langkah-langkah yang mudah seperti dilansir Rumah.com.

Orientasi lingkungan

Ajak anak berkeliling menjelajahi lingkungan barunya. Ceritakan hal menarik yang akan memancing rasa ingin tahunya. Misalnya Anda mengatakan area rumah Anda dekat dengan peternakan atau kebun binatang yang hewannya sangat beraneka ragam.

Lalu Anda juga bisa menceritakan adanya tempat bermain yang jauh lebih lengkap dibandingkan di area rumah lama. Atau katakan jika rumah baru ini lebih dekat ke rumah nenek atau saudara sepupunya.

Ajak si kecil mendekorasi kamarnya sendiri dibantu dengan Anda. Biarkan dia memilih bagian mana untuk meletakkan ranjang dan bagian mana untuk meja belajarnya. Jika memang ada yang tak sesuai, Anda bisa menjelaskannya dan berikan solusinya.

Jika dia tetap ingin dekorasinya mirip dengan kamar lama, biarkan saja. Tapi tambahkan benda baru yang membuat kreativitasnya meningkat.

Selain berkeliling di sekitar rumah, ajak anak mencoba fasilitas umum yang ada di dekat rumah. Kenalkan anak pada kondisi yang ada di sekitarnya sehingga dia tak lagi asing berada di situ.

Contohnya, ajak dia mencoba transportasi umum, tunjukkan pasar tradisional dekat rumah, ajak ke mal yang dekat dengan komplek Anda, serta bawa ke playground atau pusat olahraga yang sekiranya akan menjadi tempat langganan Anda nantinya.

Kenalakan anak dengan orang-orang di lingkungan tempat tinggal. Ajak tetangga dan anaknya untuk datang ke rumah dan adakan permainan bersama. Biarkan si kecil mengenal teman sepermainannya. Tenang, anak-anak cenderung mudah akrab selama mereka rutin bertemu.

Jangan lupa tanyakan pendapat anak tentang teman-teman barunya, serta bagaimana perasaannya menempati rumah baru.

Bergabung dengan kegiatan komplek

Aktiflah dengan kegiatan di komplek Anda, misalnya ikut saat pertemuan RT dan ajak anak Anda. Cara ini tak hanya membantu si kecil berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan, tapi juga membantu Anda untuk mengakrabkan diri dengan lingkungan.

Ingat, tetangga inilah yang cenderung menjadi orang pertama yang Anda hubungi saat Anda memerlukan bantuan yang bersifat domestik, misalnya ketika Anda harus membeli gas, tentunya Anda akan bertanya kepada mereka.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here