RAKYAT.NET, Jakarta – Permasalahan sampah plastik yang mencapai sekitar 2.000 ton perhari di Jakarta harus secepatnya ditangani secara tegas dengan kebijakan pelarangan pemakaian kantong plastik.

Namun, Pemprov DKI Jakarta memilih merevisi aturan sebelum melarang penggunaan kantong plastik kepada masyarakat. Karena larangan Penggunaan kantong plastik harus dilakukan secara masif guna menjaga lingkungan.

Sampah plastik sulit terurai dalam jangka waktu ratusan tahun. Bahkan penggunaan plastik bisa mengancam lingkungan seperti kehidupan biota-biota laut dan plankton.

Berbagai kelompok masyarakat mulai mengaungkan gerakan bersih sampah dan mendukung pelarangan pemakaian plastik. Dengan adanya gerakan sosial ini, diharapkan masyarakat lainnya sadar betapa bahayanya sampah kantong plastik.

Mulai Senin (7/1/2019) ratusan relawan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) akan menyerbu pasar tradisional di Pekan Baru, Jakarta, dan Semarang untuk melaksanakan gerakan anti kantong plastik diganti dengan kantong kertas yang ramah lingkungan.

Sebagai langkah kongkret Seknas Prabowo-Sandi mengurangi sampah plastik, Taufik menyebut telah menyediakan dan siap menyebarkan 20 ribu tas kertas sebagai pengganti, ke semua pedagang di pasar tradisional di Pekan Baru, Jakarta dan Semarang. Sebab, jika sampah platik tidak dihentikan efeknya buruk sekali terhadap lingkungan dan generasi kita kedepan.

Sumber: sindonews.com
Foto: media indonesia