Cirebon – Harga garam di tingkat petani merosot tajam dari semula Rp 2.700/kg menjadi Rp 700/kg. Diduga ini lantaran kebijakan masuknya garam impor.

Seperti yang dialami oleh petani garam di Desa/Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon bernama Muklis. Petani berusia 42 tahun ini mengaku sempat menikmati harga jual garam yang melonjak hingga Rp 2.700/kg.

Dalam kurun waktu seminggu ini, kata Muklis, harga jual garam terus merosot berkisar Rp 400-Rp 200 per harinya. Bahkan kini harga garam sudah mencapai titik rendah.

“Kemarin dijual ke tengkulak paling laku Rp 700/kg,” kata Muklis, Senin (14/8/2017).
Menurut Muklis para tengkulak beralasan membeli garam dengan harga murah karena stok di pasar sedang melimpah. Padahal para petani kini tengah menikmati panen sebelum memasuki musim penghujan.

“Tengkulaknya bilang sekarang stok masih banyak. Terus katanya ada garam impor juga,” ucapnya.
Nasib kurang beruntung juga dialami oleh Naryo (48). Berbeda dengan Muklis yang memiliki lahan sendiri, Naryo malah harus merugi berlipat karena lahan yang digunakannya adalah hasil sewa.

“Biasanya sewa 10 petak Rp 3 juta- Rp 4 juta, tapi kemarin naik jadi Rp 5 juta- Rp 6 juta. Sekarang ruginya double karena harga garam turun terus,” kata Muklis.

Naryo berharap pemerintah bisa membantu para petani dengan membeli harga garam dengan harga normal yakni kisaran Rp 1.000-2.000/kg agar hasil panen sebelum masuk musim penghujan bisa dirasakan maksimal.

 

(hns/hns)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here