RAKYAT.NET, Jakarta – Perkembangan teknologi yang pesat tentu tidak bisa dihindari, namun harus disikapi dengan bijak, terutama di sektor perbankan. Salah satu perkembangan teknologi saat ini terlihat dari pertumbuhan layanan perbankan digital (Digital Banking) di Indonesia akibat menjamurnya start up yang menyediakan layanan keuangan serupa bank (fintech).

Berdasarkan data dari Asian Development Bank (ADB) pada 2015, sekitar 78 persen masyarakat Indonesia masih belum tersentuh dengan layanan perbankan (unbank). Namun persoalan itu dapat diselesaikan dengan memanfaatkan teknologi Digital Banking.

Bila dilihat dari sudut pandang perbankan, teknologi Digital Banking perlu ditingkatkan agar lebih cepat, agile, dan fleksibel dalam mendukung bisnis digital terutama terkait produk dan model bisnisnya. Selain itu, harus mempunyai nilai investasi yang optimal (low TCO).

Tantangan itu pun dipecahkan melalui solusi Sunline Digital Banking yang menjawab kebutuhan tersebut secara end-to-end. Solusi Sunline Digital Banking yang dikembangkan di atas tahun 2010 lebih unggul secara teknis. Hal itu karena solusi tersebut dibuat oleh generasi muda yang kreatif dan disesuaikan dengan budaya Asia.

Selain mempunyai front end yang menarik, solusi Sunline Digital Banking juga dilengkapi Digital Core Banking yang dapat dioperasikan secara terpisah maupun co-exist dengan sistem banking yang sudah ada. Oleh sebab itu Solusi Sunline dapat diimplementasikan baik oleh bank maupun fintech.

Sebagai informasi, Sunline merupakan perusahaan penyedia solusi IT untuk bank, fintech, dan industri finansial lainnya. Hingga saat ini, Solusi Sunline Core Banking sendiri telah digunakan di lebih dari 400 bank di China. Sementara untuk solusi Sunline Digital Banking + Digital Core Banking telah digunakan lebih dari 30 bank.

Selain Core Banking, Digital Banking dan Digital Core Banking, Sunline juga mengembangkan solusi-solusi lain seperti Multi Legal Entity Rural Banking System, Micro Financing, Consumer Finance, Digital Channels, Electronic Account, P2P Lending, dan Supply Chain Financing System.

Perusahaan induk Shenzhen Sunline Tech Co Ltd mendirikan Sunline Holding (HK) Co Ltd di Hong Kong pada 2016 sebagai perusahaan global yang melayani konsumen internasional. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, solusi Sunline telah dipercaya oleh 8 bank termasuk di antaranya dua bank dan dua fintech di Asia Tenggara.

Di Indonesia, solusi Sunline diwakili oleh Sunline Master International yaitu Joint Venture antara Sunline Holding (HK) Co Ltd dan Mastersystem. Sebagai langkah awal Sunline Master telah menyelenggarakan Digital Banking Forum 2017 berjudul ‘Innovate Fearlessly in the Age of Digital Disruption’.

Forum ini diselenggarakan di Hotel Ayana, Jakarta pada 12 Oktober 2017 yang lalu. Dalam forum itu untuk pertama kalinya di Indonesia ditunjukkan cara kerja Augmented Reality / Virtual Reality (AR / VR) dalam mengubah masa depan industri teknologi keuangan.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here