RAKYAT.NET, Jakarta – Jelang pendaftaran pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2019, manufer-manufer partai semakin kencang. Beberapa minggu lagi pengumuman Capres-Cawapres 2019 digelar. Hingga kini baru Joko Widodo (Jokowi) yang telah resmi diusung sebagai capres oleh PDIP dan parpol koalisinya.

Prabowo Subianto kemungkinan besar akan menjadi lawan Jokowi di Pilpres 2019. Saat petinggi parpol kini tengah melancarkan lobi politik tingkat tinggi, pertanyaan besarnya adalah siapa bakal cawapres yang akan jadi pendamping Jokowi dan Prabowo?

Jokowi mengaku telah mengantongi lima nama cawapres yang tinggal diumumkan. Adapun, Prabowo, hingga kini masih menimbang koalisi parpol pengusung sebelum menentukan siapa cawapresnya.

Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menilai, koalisi PKS dengan Gerindra sebaiknya bubar apabila Prabowo tidak memilih cawapres dari PKS. Meski begitu, Tifatul masih berharap komitmen dan kesetiaan PKS selama lima tahun belakangan tidak sia-sia begitu saja.

Keinginan PKS untuk mengirimkan kadernya bertarung ke Pilpres 2019 begitu kuat. Sebab, sudah selama lima tahun terakhir, PKS hanya bertindak sebagai ‘penggembira’ baik di tingkat nasional ataupun daerah, termasuk Jakarta.

Komitmen PKS kepada Gerindra sudah diteguhkan sejak Pilpres 2014. Tifatul menuturkan, PKS saat itu mendukung Prabowo yang didampingi cawapres Hatta Rajasa dari PAN. Tapi, setelah kalah, PAN justru berbalik mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, sedangkan PKS tetap menunjukkan kesetiannya terhadap Gerindra.

Komitmen berikutnya ditunjukkan PKS saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Kala itu, PKS ingin mengajukan pasangan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dengan Sandiaga Uno dari Gerindra. Tapi, tiba-tiba muncul Anies Baswedan yang dibawa oleh JK. PKS harus legawo dengan menarik Mardani dari kontestasi.

Pilkada Jawa Barat 2018 juga menjadi bukti kesetiaan PKS. Di mana, PKS menarik dukungan terhadap Deddy Mizwar dan memilih Sudrajat-Ahmad Syaikhu yang didukung Gerindra.

Dengan bentuk komitmen dan sikap mengalah yang ditunjukkan selama ini, kini PKS ingin maju. Tifatul menjelaskan, pihaknya tidak ingin terus berdiam diri dan menjadi penggembira dengan mengirimkan kader ke pilpres. Sembilan nama kader PKS sudah diajukan ke Gerindra untuk menjadi capres atau cawapres sejak jauh-jauh hari, tapi Gerindra belum memberikan keputusan.

Tifatul memastikan, apabila Gerindra tidak menunjuk cawapres dari PKS, pihaknya akan memilih jalan masing-masing. Artinya, PKS akan bergabung dengan poros ketiga yang kabarnya akan terbentuk.

“Atau, kami jalan sendiri. Tidak usah ikut mengajukan capres-cawapres, tapi fokus ke pileg (pemilihan legislatif),” ucap mantan menteri komunikasi dan informatika itu.

Menurut Tifatul, tidak ada manfaatnya apabila PKS memaksakan diri untuk maju ke Pilpres 2019 tanpa mendapatkan peran.

Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Alynudin pun memastikan PKS akan terus mendorong kadernya menduduki posisi cawapres pada Pilpres 2019. PKS tidak akan menerima keputusan untuk mengambil cawapres dari luar PKS.

Suhud mengatakan, komunikasi politik antara PKS dengan Gerindra saat ini tetap berada dalam satu arah. Yakni, mencari formula formasi capres-cawapres terbaik untuk melawan Jokowi.

“Apabila koalisi yang terbentuk hanya melibatkan PKS-Gerindra, maka sudah sepatutnya cawapres dari PKS,” katanya.

Suhud menjelaskan, jika koalisi hanya PKS-Gerindra, PKS ikut fatsun politik Prabowo sebagai capres dan cawapres dari kader PKS. Mereka akan menolak keras apabila cawapres tidak dari kader PKS. Terlebih, saat pertemuan terakhir dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jusri, Prabowo sudah menyatakan akan mengambil cawapres dari PKS.

PKS sendiri sudah menyodorkan nama kadernya kepada Prabowo sejak lama. Dari hasil musyawarah Majelis Syuro, terdapat sembilan nama yang diajukan. Mereka adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Al-Jufri, Tifatul Sembiring, Muzzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

Sumber: republika.co.id