Merdeka.com, Jawa TengahAda pengalaman menarik dan tak terlupakan yang dirasakan puluhan siswa SD dan SMP di Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung saat mengikuti acara khitanan massal gratis yang diselenggarakan oleh sebuah komunitas bernama Sindoro Trail Adventure Ngadirejo (STAR).

Jika biasanya para peserta khitan massal diarak menggunakan becak dan delman, mereka justru mengikuti arak-arakan dengan menaiki sepeda motor trail yang biasa digunakan untuk olahraga trabas menyusuri lereng-lereng perbukitan, Minggu (9/7) siang.

Dengan rute mengelilingi wilayah kecamatan beserta iringan musik calung, mereka tak sedikitpun memperlihatkan rona wajah tegang atau takut. Para peserta khitan justru tampak bahagia dengan pengalaman langka sebelum memasuki masa akhil baliq tersebut.

Sekretaris Panitia Penyelenggara, Isro Hendar Saputra menjelaskan, selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, acara ini juga dimaksudkan untuk mengisi hari libur sekolah bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Dengan menyediakan sebanyak 5 tenaga medis, acara khitan massal kali ini diikuti sedikitnya 40 orang peserta yang rata-rata masih duduk di bangku SD dengan rentang usia 12 sampai 13 tahun.

“Target kami, acara ini diikuti oleh 100 peserta. Namun pada akhirnya hanya 40 saja yang mendaftarkan diri. Rata-rata setiap peserta membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikan proses khitan atau sunatan,” jelasnya.

Tak hanya gratis, usai dikhitan setiap peserta juga mendapatkan bingkisan berupa paket berisi pakaian muslim, sarung, kopiah, serta uang saku dari panitia.

Menurutnya, khitan massal gratis dipilih lantaran selama ini komunitas tersebut kerap menjelajah ke sejumlah desa. Dari pengalaman inilah diketahui bahwa masih banyak pelajar yang berasal dari kalangan keluarga kurang mampu maupun telah berstatus yatim yang ternyata belum dikhitan lantaran terhalang faktor biaya.

“Dari keprihatinan itulah, ide menggelar acara khitan massal secara gratis ini muncul,” pungkasnya.

Salah seorang peserta, Syamsul Effendi (11) yang masih duduk di bangku kelas IV SD mengaku senang dapat mengisi liburan dengan acara ini. Meski tidak merasa takut, namun sebelum dikhitan dirinya merasa sedikit gugup.

“Ternyata gak sakit. Apalagi pulangnya dikasih hadiah,” ungkapnya.

Bejo Suparjo (43), orang tua salah seorang peserta asal Desa Batursari Kecamatan Candiroto mengaku cukup beruntung mendapat kesempatan mengikutkan anaknya dalam khitanan massal gratis ini.

“Awalnya saya ditawari tetangga ya mau saja. Selain gratis juga anak saya senang bisa ikut arak-arakan dengan menaiki motor trail,” ujarnya.

(PU)Laporan: Rizal Ifan Chanaris

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here