RAKYAT.NET, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan sertifikasi pengendara OK Otrip untuk menjamin keselamatan penumpang. Oleh sebab itu, para pengendara nantinya akan dilakukan pendidikan dan pelatihan.

Sosialisasi program Anies-Sandi OK Otrip kian gencar. Tak hanya kepada masyarakat, sosialisasi mengajak juga dilakukan terhadap pemilik dan sopir angkutan agar mau bergabung dengan OK Otrip.

“Kedepannya kami ingin semua armada OK Otrip dikendarai oleh pengemudi yang sudah bersertifikasi,” kata Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Andri Yansyah di Jakarta.

Mencapai itu, DKI telah menggandeng Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Tegal, Jawa Tengah, untuk mengadakan diklat pengemudi angkutan umum. Diklat diikuti 250 peserta dan dibagi menjadi beberapa angkatan dengan 10 kelas.

Terhadap pelatihan itu, DKI menginvestasikan Rp 2,3 miliar dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dishub dengan rincian sekitar Rp 8,5 juta per pesertanya.

Kesemua anggota itu berasal dari semua operator, dengan rincian Kolamas Jaya 15 orang, Komilet Jaya 10 orang, Budi Luhur lima orang, Purimas Jaya enam orang, Puskopau Halim Perdana Kusuma delapan orang, PT Kencana Sakti Transport enam orang, dan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) 200 orang.

“Karena memang dari jumlah kendaraannya juga paling banyak, kalau Kolamas kan 360 (kendaraan jadi) 15 orang. Kalau KWK 6.350 kendaraan,” jelasnya.

Sumber: tribunnews.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here