Liputan6.com, Jakarta – Sekelompok peneliti di University of California, AS, mengembangkan sebuah sensor untuk perangkat wearable dan smart home. Sensor ini berfungsi untuk membuat perangkat tak boros baterai.

Sebagaiamana dikutip dari Wareable, Rabu (5/7/2017), sensor bersuhu rendah ini berukuran sangat kecil, yakni 0,15 × 0,15 milimeter persegi. Desain dirancang sedemikian rupa agar tak menyolok saat dipasang ke perangkat.

“Kami mengembangkan sensor yang membutuhkan daya rendah sehingga perangkat yang memakainya tetap dapat bekerja meski diibekali baterai kecil,” ujar Hui Wang, salah satu tim pengembang.

Adapun, sensor tersebut hanya membutuhkan tenaga rendah yang dapat membuat perangkat bertahan lama tanpa harus menghabiskan daya baterai.

Menurut Wang, tak sedikit periset melakukan penelitian tentang cara mengurangi potensi baterai bocor. Maka itu, banyak periset kini mengembangkan sebuah sumber baterai berdaya rendah.

Ia menambahkan, saat ini tim-nya tengah melakukan pengembangan lebih lanjut pada sensor ini, seperti meningkatkan akurasi sensor hingga optimalisasi desain untuk mempermudah integrasi ke teknologi komersial.

Belum diketahui perangkat apa saja yang dapat mendukung penggunaan sensor ini, termasuk ketersediaannya di pasar.

(Cas/Isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here