RAKYAT.NET, Jakarta – Sejumlah ilmuwan melakukan penelitian tentang kebiasaan tidur koloni semut. Tim yang beranggotakan Deby Cassill dari University of South Florida, St Petersburg, itu terdiri dari empat orang ilmuwan, termasuk Casill sendiri.

Tiga orang rekan lainnya ialah Skye Brown dan Devon Swick dari universitas yang sama dengan Cassill, serta George Yanev dari University of Texas, Arlington, Amerika Serikat. Keempatnya melakukan penelitian pada jenis semut api, Solenopsis invicta.

Cassill dan ketiga rekannya memalkukan penelitian di sebuah laboratorium dengan menciptakan tiga buah sarang yang terdiri dari tiga semut ratu, 30 semut pekerja, dan 30 larva besar. Semut-semut tersebut ditempatkan di sebuah wadah yang terbuat dari kaca agar bisa dipantau dan direkam. Karena jenis semut api umumnya hidup di bawah permukaan tanah, maka para ilmuwan berharap kebiasaan tidur semut-semut tersebut tak terpengaruhi cahaya dan siklus kegelapan di ruangan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan mereka, diketahui bahwa semut pekerja memiliki kebiasaan tidur yang berbeda dari makhluk lain dan tak sama pada suatu waktu. Seekor semut pekerja bisa tidur sebanyak 250 kali dalam sehari. Masing-masing semut di kasta ini memiliki durasi tidur sekira 1 menit. Jika ditotal mereka hanya tidur selama 4 jam 48 menit setiap harinya.

Ini berarti, setiap semut pekerja menghabiskan 80% harinya untuk aktif bekerja. “Jumlah besar kebiasaan tidur semut pekerja menandakan bahwa sarang mereka selalu dijaga setiap saat. Selalu ada semut pekerja yang tersedia saat dibutuhkan,” kata Cassill dikutip dari BBC, Kamis (7/9/2017).

Hal sebaliknya justru terlihat pada semut ratu. Pemimpin koloni itu memiliki interval tidur yang lebih panjang, bahkan memiliki kebiasaan yang sama. Diketahui bahwa kebiasaan tidur dari ketiga semut ratu memiliki durasi yang sama. Rata-rata dari mereka tidur sebanyak 90 kali dalam sehari. Setiap satu kali tidur, semut ratu akan terlelap sekira 6 menit.

Ini berarti waktu tidur mereka dalam sehari mencapai lebih dari 9 jam. Karena tugasnya yang tergolong berat, umur dari semut pekerja lebih pendek dari sang ratu. Mereka memiliki risiko mati saat melawan musuh ataupun saat mencari makanan. Usia maksimalnya sendiri 6 bulan hingga 1 tahun. “Hebatnya sang ratu bisa hidup enam tahun sebelum mereka meninggal karena faktor usia. Padahal pekerja bertahan selama enam bulan sampai satu tahun atau mati saat mencari makan,” jelas Cassill.

Sumber: okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here