RAKYAT.NET, Jakarta — Pemahaman umum tentang penyakit katarak merupakan penyakit yang dialami oleh lansia, orang tua lanjut usia.

Seperti dilansir dari kompas.com, spesialis mata dr. Iwan Soebijantoro, SpM, berkata bahwa pada dasarnya, katarak adalah kekeruhan yang terjadi pada lensa mata.

Dilansir dari artikel Healthline, penyakit katarak terjadi ketika protein di mata mengumpul dan menghalangi lensa mengirim gambar ke retina.

Dalam kasus anak Asri, dr Iwan menduga bahwa katarak yang dialaminya adalah katarak bawaan atau congenital. Penyebab dari katarak bawaan bisa bermacam-macam, termasuk penyakit, seperti toksoplasma dan rubella, atau bisa juga karena trauma.

“ Katarak seperti itu (congenital) biasanya tidak dicari lagi penyebabnya. Kalau terlahir dengan normal dan kataraknya ada di satu atau dua mata, yang dilihat ada penyakit lain atau tidak. Kalau anaknya sehat-sehat saja, ya sudah dioperasi kataraknya saja,” kata dr. Iwan.

Namun, kalau pun anak Asri tidak terlahir dengan katarak, suatu hari dia akan tetap terkena penyakit tersebut.

Pasalnya, semua orang pasti akan mengalami katarak dan penyakit ini, menurut dr Iwan, tidak bisa dicegah maupun diperlambat. “Katarak tidak bisa dicegah. Ia sebenarnya adalah proses degeneratif,” ucapnya.

Ada beberapa gejala yang bisa diamati dari katarak. Dr Iwan memaparkan, pertama, pengelihatannya mundur. Kedua, bisa juga ukuran kacamatanya berubah-ubah terus. Lalu, pengelihatannya juga berkabut atau berasap. Kalau sudah parah, bisa kelihatan di tengah-tengah bola matanya (ada) warna putih.

Jika sudah terkena katarak, satu-satunya penanganan yang dapat dilakukan adalah operasi katarak.“Operasi ini prinsipnya mengangkat lensa yang sudah rusak atau mengalami kekeruhan tadi. Kita buang dan ganti dengan lensa buatan,” ujarnya.

Setelah dioperasi, Anda bisa bernafas lega. Sebab, katarak hanya bisa terjadi sekali.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here