RAKYAT.NET, Jakarta – Setiap anak Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Hak tersebut diatur dalam Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1: Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran.

Ujian nasional 2018 ini tidak hanya diikuti siswa SMA reguler, namun para siswa berkebutuhan khusus mulai dari tuna rungu hingga tuna netra juga mengikuti ujian yang sama. Salah satunya Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kemala Bhayangkari Trenggalek.

Dengan serius para siswa SMALB mengerjakan satu demi satu pertanyaan yang ada dalam naskah Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). Ujian dilakukan seperti layaknya sekolah pada umumnya.

“Tahun ini ada lima siswa yang mengikuti ujian, terdiri dari tiga siswa tuna rungu, satu siswa tuna netra, dan satu siswa tuna grahita. Khusus untuk tuna grahita adalah ujian sekolah,” kata Kepala SMALB Kemala Bhayangkari I Trenggalek Pardiono, Senin (9/4/2018).

Dari lima siswa yang mengikuti ujian, satu peserta dari kelompok tuna netra harus didampingi seorang pengawas pendamping. Hal itu dilakukan untuk membantu yang bersangkutan menyalin jawaban ke lembar jawaban komputer (LJK).

Pardiono mengaku meskipun para siswanya mengalami keterbatasan fisik, semangat mengikuti ujian nasional yang digelar serentak dengan sekolah lain. Mereka juga melakukan berbagai persiapan jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan ujian, dengan belajar secara intensif.

“Alhamdulillah pelaksanaan hari ini berjalan dengan lancar, sebelumnya kami sempat khawatir kalau LJK untuk ujian anak tuna netra tidak ada, tapi ternyata ada. Kami juga khawatir kalau naskah anak awas (bisa melihat) tertukar dengan siswa tuna netra, semua tidak terjadi, sehingga lancar,” jelas kepala SMALB ini.

Proses ujian nasional ini seluruhnya menggunakan metode kertas dan pensil atau UNKP. Meski demikian, pihak sekolah mengaku telah memiliki fasilitas yang memadai untuk seluruh pelaksanaan ujian nasional. Bahkan apabila ke depan disyarakatkan harus menggunakan metode ujian berbasis komputer (UNBK), pihaknya mengaku siap untuk melaksanakan.

“Sebetulnya, kalaupun tahun ini harus UNBK kami sudah siap, perangkat komputer siap, selain itu SDM di sekolah kami juga sudah siap. Hanya saja mungkin ada beberapa sekolah lain yang belum siap, sehingga sementara masih UNKP,” jelas Pardiono.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here