JAKARTA – Provinsi DKI Jakarta selaku ibu kota negara masih dihadapkan dengan persoalan sampah di sejumlah wilayah. Ketiadaan tempat pembungan sementara (TPS) menjadi penyebab utama banyak warga membuang sampah sembarangan.
Di RW 13, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, kondisinya tak ubahnya seperti lautan sampah.

Pantauan KORAN SINDO, kondisi tak jauh berbeda juga terlihat di Jalan Inspeksi Kali Grogol, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Di kawasan itu, setiap pagi puluhan gerobak sampah berjejer sehingga membuat warga tidak nyaman karena menimbulkan bau tak sedap.

Saking padatnya, jejeran gerobak sampah memanjang hingga ratusan meter.  Hal ini akibat tidak adanya dipo dan lahan kosong di kawasan itu. Sampah akhirnya dibiarkan di pinggir jalan, sebelum diangkut truk sampah menuju TPA Bantar Gebang, Bekasi.

Sopiah (50), seorang warga sekitar mengaku kondisi ini membuat tidak nyaman karena menimbulkan bau. Terlebih dirinya membuka usaha warung makan. Alhasil keluhan dari pelanggan sering terlontar akibat bau sampah tersebut.

Kepala Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto, mengatakan, kondisi ini akibat tidak adanya dipo atau TPS sampah di kawasan itu. Sebab sejak 2016 keberadaan dipo di wilayah itu ditutup oleh lurah setempat. “Di dekat jembatan menuju Jalan H Saili tadinya ada dipo. Dulu saya belum jadi Kasudin dan sama lurahnya ditutup,” ucap Edy.

Edy mengatakan, Jalan Inspeksi Kali Grogol memang dikenal sebagai tempat kumpul gerobak sampah. Tapi setiap pagi truk sampah pasti datang untuk mengangkut sampah tersebut.

(thom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here