RAKYAT.NET, Jakarta – Asian Games, pesta olaharaga tingkat Asia yang diselenggarakan setiap 4 tahun sekali. Tahun 2018 ini, Indonesia resmi menjadi tuan rumah Asian Games ke 18 yang berlansung pada tanggal 18 Agustus 2018 – 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Sejumlah proyek prestisius di Jakarta digarap untuk menjadi kebanggan bangsa di mata negara lain. Diantaranya: Proyek Light Rail Transit (LRT), Kelapa Gading, Jakarta. Rencananya LRT akan mulai beroperasi 13 Agustus 2018, lima hari sebelum pembukaan Asian Games yang dijadwalkan pada 18 Agustus 2018 dengan rute pendek dari Velodrome, Jakarta Timur ke Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pembangunan LRT Kelapa Gading sempat terkendala ketika betonnya roboh pada 22 Januari 2018. Kemudian, robohnya bagian konstruksi Tol Becakayu juga membuat seluruh pekerjaan elevated (layang), termasuk LRT dimoratorium.

Selain kecelakaan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menyebut cuaca yang terus menerus hujan menjadi penghambat kelancaran proyek. Menurut Anies, penyelesaian LRT baru 60 persen dan telat 8 persen dari jadwal. Untuk mengejar agar LRT bisa dioperasikan saat perhelatan Asian Games pada Agustus 2018, Anies berjanji akan menambah jumlah pekerja.

Anies mengatakan, kereta akan datang April 2018. Selama Mei-Juni akan dilakukan comissioning, dan Juli akan dioperasikan. Sementara progres pembangunan Arena Balap Sepeda atau Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur telah mencapai 68,79 persen dan diperkirakan Mei 2018, velodrome sudah bisa diuji coba.

Venue untuk cabang sepeda ini termasuk proyek yang cepat penyelesaiannya. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu kayu untuk lintasan yang berasal dari Eropa.

Untuk arena berkuda equestrian disebut sudah selesai dan tinggal perapihan. Saefullah mencatat, equestrian mungkin bisa ditambah pasir dan tanaman. Tugas DKI kini memastikan agar kawasan luar sekitar equestrian steril.

DKI melalui Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana sudah melayangkan surat ke bangunan-bangunan di sekitar equestrian agar tidak boleh ada kambing, sapi, dan kuda dalam radius 1 kilometer. Sebab dikhawatirkan adanya penularan penyakit.

Sapi, Kambing, dan Kuda agar Tak Ada di Sekitar Equestrian Pulomas Sertifikat bebas penyakit atau equine disease free zone (EDFZ) dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) adalah syarat mutlak menggelar Asian Games 2018 bagi penyelenggara perlombaan berkuda. Sertifikat ini bisa didapatkan dengan memastikan sekitar lokasi sehat dan steril untuk kuda-kuda yang akan dilombakan.

Selain soal penyakit, ada pula kekhawatiran soal Idul Adha yang jatuh pada 22 Agustus 2018, berbarengan dengan pelaksanaan Asian Games 18 Agustus-2 September 2018.

Arena Equestrian di Pulomas Ditargetkan Rampung November Tradisi penyembelihan hewan kurban dikhawatirkan membuat kuda di equestrian resah karena mencium bau darah. Namun, Saefullah memastikan hal tersebut dapat disiasati. Lapangan bisbol Pemprov DKI Jakarta mendapat tambahan tugas menyiapkan lapangan bisbol. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, anggaran rehabilitasi lapangan di Rawamangun, Jakarta Timur, Rp 15,1 miliar.

“Inpresnya memang baru perintah langsung dari Pak Wapres, ya kami kerjakan. Anggarannya Rp 15,1 miliar, empat bulan, insya Allah bisa kami selesaikan,” kata Ratiyono. Dalam tinjauannya waktu itu, Ratiyono menyebut perbaikan dilakukan pada tribun penonton.

Lapangan itu berada di samping Velodrome dan lapangan atletik di kompleks olahraga Rawamangun milik Disorda DKI Jakarta. Seusai pengerjaan selama empat bulan, delegasi teknik Dewan Olimpiade Asia (OCA) akan mengecek hasilnya. Membersihkan dan mempercantik lingkungan Konsep penataan trotoar Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin yang diumumkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (6/3/2018).

Pemprov DKI Jakarta juga bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar lokasi pusat kegiatan Asian Games, seperti di kawasan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat. Di sana dikeluhkan banyaknya nyamuk dan bau tidak sedap. Sekda Saefullah menyebut, pihaknya akan melakukan fogging serta mengeruk Kali Sunter yang diduga menimbulkan bau. Selain itu, ada pula perbaikan trotoar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin yang hingga saat ini baru disiapkan lahannya.

Penataan Trotoar Sudirman-Thamrin dari Zaman Ahok, Djarot, hingga Anies Trotoar ini tadinya akan dimulai pengerjaannya pada Desember 2017, tetapi karena Gubernur Anies mengubah desainnya, maka pengerjaannya terlambat. Namun, Anies meminta kontraktor mengebut pekerjannya.

“We better get it done before Asian Games. Sanggup ya? Enggak ada pilihan lain karena nama baik republik dipertaruhkan di sini,” kata Anies dalam sosialisasi penataan trotoar Sudirman-Thamrin di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

Melihat Kondisi Trotoar Sudirman-Thamrin yang Segera Direvitalisasi Kemudian dalam kunjungan bersama Presiden Joko Widodo pada Rabu (7/3/2018), Anies juga menyebut proyek MRT di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman akan dirapikan dan dipindah ke bawah tanah. Presiden meminta jalan yang akan jadi jalan utama ini bersih dan mulus.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here