RAKYAT.NET, Jakarta – Rumor partai Demokrat bermain dua kaki makin santer. Oleh sebab itu Susilo Bambang Yudhoyono mengadakan pertemuan dengan Prabowo sebagai antisipasi.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief membeberkan isi pembahasan dalam pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Andi mengatakan pertemuan tersebut adalah agenda lanjutan yang akan membahas pematangan strategi pemenangan Pileg dan Pilpres 2019.

“Pertemuan SBY dan Prabowo malam ini adalah pertemuan lanjutan, mematangkan strategi dan taktik. Sudah diagendakan pertemuan secara periodik,” kata Andi.

Andi menegaskan isu dua kaki ditudingkan terhadap partainya adalah tidak benar. Dia memastikan, Demokrat siap berjalan satu komando menyatu bersama mitra partai koalisi Prabowo-Sandi.

“Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat akan start bareng sejak penetapan KPU 23 september nanti. Keempat partai ini akan menyatu, tentu saja semua perbedaan yang pasti terjadi akan ada solusinya dan jadi kesepakatan agar setelah 23 September laju koalisi bisa lancar,” tambah Andi.

Dia pun merinci sumbangan suara diterima dari tiap partai terhadap koalisinya ini, sebagai Strategi 55.

“Strategi koalisi empat partai ini akan dinamakan Strategi 55. Apa itu? Sukses pilpres dengan suara dukungan hasil pemilu diharapkan Gerindra 25%, Demokrat 15%, PAN 8% dan PKS 7%. Inilah yang harus publik ketahui dan sengaja diumumkan agar mendapat dukungan,” tambahnya.

Sumber: merdeka.com