Sanksi bagi lembaga jasa keuangan (LJK) yang tidak melaporkan rekening nasabahnya untuk kepentingan pajak bakal kena sanksi denda dan pidana. Hal tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) pada Kamis (8/3) di Gedung DPR RI. Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan sanksi tersebut berlaku bagi pejabat sekaligus pegawai LJK yang tidak melaporkan rekening nasabah.

Hestu menyebutkan sanksi yang bakal diterima berupa denda Rp 1 miliar dan juga pidana bagi pejabat dan pegawai LJK. “Iya, (sanksinya) ada di UU Nomor 9/2017,” kata Hestu. Sanksi tersebut, kata Hestu tidak berlaku bagi wajib pajak (WP) karena yang wajib mendaftar dan melaporkan adalah LJK.

Berdasarkan data terakhir yang diterima, terdapat 112 LJK yang sudah mendaftarkan. Ditjen Pajak memberikan waktu sampai akhir Maret kepada seluruh LJK untuk mendaftar dalam rangka akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Jadwal pelaporannya pun baru diimplementasikan pada April 2018 untuk rekening dalam negeri, sedangkan untuk WNA pada Agustus 2018 oleh OJK kepada Ditjen Pajak. Saldo yang wajib dilaporkan juga untuk rekening dalam negeri di atas Rp 1 miliar, sedangkan untuk WP badan tidak dibatasi alias seluruhnya.

Meski ada sanksinya, Hestu mengungkapkan Ditjen Pajak tetap mengedepankan pembinaan dan komunikasi kepada para LJK agar mendaftar dan melaporkan rekening para nasabahnya ke otoritas pajak. Sebab pelaporan tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 19 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas PMK Nomor 70 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Mengenai Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan.

Dalam aturan tersebut rekening yang wajib dilaporkan baik WP yang masih ada maupun yang sudah meninggal, dan rekening tersebut belum dibagi kepada ahli waris yang sah, yang disebut dengan warisan yang belum dibagi. “Sanksinya ada di UU, tapi kita tidak mengedepankan pembinaan, kita mengedepankan pembinaan dan himbauan,” tutup dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here