RAKYAT.NET, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan semua warga harus siap mobilnya diderek petugas Dishub apabila parkir sembarang tempat. Sandi menyebut mobil Ibunya sendiri juga diderek petugas, namun ia meminta agar ibunya tidak protes karena hal itu adalah peraturan.

“Saya denger dari ibu saya mobil ibu saya juga keangkut. Tapi ya engga boleh protes karena ini memang bagian dari penataan,” kata Sandiaga di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (10/4).

Menurut Sandi, tidak boleh ada tebang pilih dalam penegakan peraturan tertib parkir di Jakarta. “Nanti juga kalau misalnya yang ke zoom in itu rumahnya saudara saya atau rumah petinggi partai, kalau mereka melanggar ya harus ditertibkan. Itu yang kita harapkan ke depan,” ucapnya.

Politisi Gerindra itu menjamin Dishub tidak akan tebang pilih dalam penderekan. Ia meminta Dishub bekerja sesuai SOP. “Kembali kepada SOP dan ini kewenangan Dishub. Bagaimana Dishub bisa menerapkan perda ini tanpa ada tebang pilih. Kemarin contohnya mobil orang tua saya keangkat dan tidak jadi berita, itu adalah masyarakat yang tau bahwa ada SOP Dishub dan itu yang harus dipahami. Bayar denda ya diambil balik mobil,” jelasnya.

Keterbatasan petugas pun diakui Sandiaga masih jadi kendala di Pemprov untuk melakukan penertiban. Makanya, ia meminta kerjasama yang baik dari warga. “Memang wilayahnya luas sekali dan pasti kemampuan Dishub untuk menertibkan itu terbatas. Jadi kita butuh masyarakat, laporan dari masyarakat, dan kita butuh juga kepatuhan dari warga termasuk yang ada di kementerian, di daerah elit untuk mematuhi.”

“Jangan hanya di spot spot yang bisa dibilang seperti tebang pilih. Kita ingin ini menjadi satu wake up call, seperti alarm, semua bangun bahwa kemacetan ini salah satunya diakibatkan oleh parkir yang tak tertata,” tegasnya.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here