jpnn.com, MADIUN – Daftar tunggu pemohon kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dipastikan makin panjang.

Sebab, alat pencetak e-KTP milik kantor Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disadmindukcapil) Kabupaten Madiun, Jatim, ngambek.

Card printer merek Fargo HDP5000 itu teronggok di dekat jendela ruang pencetakan e-KTP. Bertumpuk dengan ribuan berkas permohonan yang belum diproses oleh administratur database (ADB).

Kabel mesin berbentuk balok berukuran 20 x 20 sentimeter hitam itu tak lagi terhubung aliran listrik.

“Alatnya rusak dan belum sempat diperbaiki,’’ kata Romadhon, kabid Pendaftaran Penduduk Disadmindukcapil Kabupaten Madiun.

Alat itu, lanjut Romadhon, rusak sejak sebelum Lebaran. Usai digunakan lembur mencetak data e-KTP yang sudah dalam kondisi print ready record (PRR).

Maklum, Disadmindukcapil Kabupaten Madiun baru mendapatkan jatah blangko e-KTP dari pemerintah pusat sebanyak 10 ribu keping pada awal puasa lalu.

‘’Maksud kami biar pekerjaan tidak semakin menumpuk. Setelah dapat blangko langsung kami cetak,’’ urainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here