TEMPO.CO, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi, 16 Agustus 2017, melemah tipis sebesar lima poin menjadi Rp 13.355. Sebelumnya, Rupiah berada pada posisi Rp 13.350 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Pergerakan rupiah melemah terhadap dolar AS, namun relatif masih terbatas seiring kondisi ekonomi Indonesia yang masih cukup kondusif,” kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2017.

Menurut Reza, sentimen dari data neraca perdagangan Indonesia yang masih cukup kondusif dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap ekonomi nasional sehingga fluktuasi kurs rupiah tetap terjaga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2017 mencatat defisit 0,27 miliar dolar AS. Namun, secara kumulatif Januari-Juli 2017, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat surplus 7,39 miliar dolar AS, lebih besar dibandingkan dengan surplus di periode yang sama tahun 2016 yang sebesar 4,76 miliar dolar AS.

Di sisi lain, lanjut Reza, anggapan berkurangnya ketegangan politik antara Korea Utara dengan Amerika Serikat turut memberikan sentimen positif pada sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

“Pelaku pasar uang akan kembali masuk ke aset berdenominasi rupiah sehingga mata uang domestik dapat kembali terapresiasi,” katanya.

Reza menambahkan, menguatnya minyak mentah dunia juga membawa sentimen positif pada mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude menguat 0,40 persen menjadi 47,74 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,53 persen menjadi 51,07 dolar AS per barel.

ANTARA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here