RAKYAT.NET, Jakarta – Rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Faktor eksternal dan internal menekan rupiah. Dengan melemahnya rupiah sangat berpengaruh terhadap import minyak mentah.

Presiden Jokowi memberikan arahan agar PT Pertamina membeli minyak mentah dari kontraktor migas dalam negeri. Ini diperlukan untuk menjaga nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) tetap stabil dan menguat.

Hal ini disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi usai rapat terbatas (ratas) di Jakarta.

“Hari ini pak menteri hadiri ratas dengan Pak Presiden, ada beberapa poin terkait Kementerian ESDM. Pak Presiden memberikan arahan ke Pak Menteri untuk lifting minyak KKKS seluruhnya dibeli Pertamina,” kata Agung, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Menurut Agung, adanya arahan Pertamina memborong minyak bagian KKKS, maka impor minyak akan berkurang sehingga dapat menghemat devisa dan mendorong Rupiah agar kembali menguat. Informasi saja, saat ini nilai tukar Rupiah melemah hingga menyentuh level Rp 14.600-an per USD.

“Jadi tidak ada lagi ekspor oleh KKKS, sehingga mengurangi ekspor minyak,” katanya.

Mengenai ketentuan teknis untuk menjalankan arahan tersebut, termasuk waktu pelaksanaannya, Kementerian ESDM akan menyerahkan ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) selaku regulator yang menangani kegiatan hulu migas.

“Nanti disiapkan regulasinya oleh SKK Migas. Waktunya nanti ditentukan aturannya. Biar SKK Migas yang menindak lanjuti,” tambahnya.

Sumber: merdeka.com