RAKYAT.NET, Jakarta – Rupiah kembali melemah terhadap dollar Amerika Serikat. Pemerintah wajib waspada dan selalu menjaga agar rupiah tidak semakin terpuruk.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, pelemahan rupiah yang hingga Senin di posisi Rp 14.113 per dolar AS harus dilihat dari benchmark terhadap negara lain maupun terhadap dolar AS sendiri. Menurut Sri, setiap saat ada pemicu pergerakan rupiah.

“Karena ini setiap hari ada pemicunya, apakah hari ini Presiden Trump bilang ini, kemudian policy-nya terhadap RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Jadi ini akan terus dinamis yang akan harus kita terus respons, tidak harian tapi kita jaga dari sisi yang disebut jangka menengah panjang,” kata Sri Mulyani usai dipanggil Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25/6).

Menkeu mengatakan, selama tahun ini pelaksanaan APBN bisa berjalan secara baik dan momentum pertumbuhan ekonomi tetap akan dijaga. Pemerintah akan memantau dan mengevaluasi setiap isu yang berkembang.

“Kita akan melihat banyak sekali segi itu, jadi kita tidak merespons setiap hari, namun kita melakukan apa yang disebut monitoring evaluasi dan reaksinya secara bersama-sama,” katanya.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak melemah sebesar 27 poin menjadi Rp14.113 dibanding posisi sebelumnya Rp14.086 per dolar AS.

Laju kurs rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Bahkan setelah sempat meninggalkan level Rp 14 ribu per dolar AS, kini mata uang Garuda kembali menembus level Rp 14.100 per dolar AS.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), hari ini, Senin, (25/6), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 14.105 per dolar AS. Angka itu belum menunjukkan penguatan sejak Jumat lalu yang berada di Rp 14.102 per dolar AS.

Kurs rupiah juga dibuka melemah pada spot perdagangan mata uang pagi ini. Rupiah dibuka menurun 18 poin atau 0,13 persen di Rp 14.104 per dolar AS.

Bukan menguat, mata uang Tanah Air tersebut justru semakin terperosok pascapembukaan. Sekitar pukul 09.30 WIB, rupiah melemah 0,22 persen ke level Rp 14.117 per dolar AS.

Sumber: republika.co.id