Jenazah guru honorer SMA 1 Sampang Ahmad Budi Cahyono, yang meninggal dunia akibat dianiaya oleh siswanya berinisial HI, diantar ribuan warga ke tempat peristirahat terakhirnya di Tempat Pemakaman Umum di Jalan Raya Piliang, Desa Tanggumung, Kecamatan Kota Pamekasan, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (2/2).

Para guru dan warga terlihat saling bergantian mengusung keranda mayat Ahmad Budi Cahyono. Orang yang mengantar ke lokasi pemakaman di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Syaiful Rahman dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Moh Jupri Riyadi.

Syaiful Rahman mengatakan, peristiwa pembunuhan guru oleh siswa di Sampang ini merupakan yang pertama di Indonesia dan di Jawa Timur. Kejadian ini diharapkan tidak terulang kembali di semua tempat. “Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Semoga ini yang terakhir kalinya,” terang Syaiful Rahman.

Syaiful menambahkan, ke depan semua kepala sekolah harus mengawasi dan memantau setiap kelas. Dengan demikian, kepala sekolah bisa tahu kejadian di sekolahnya. Selain itu, Dinas Pendidikan Jawa Timur akan membuat program CCTV di setiap sekolah. Tujuan pengadaan program tersebut untuk memantau semua kegiatan di sekolah dan diharapkan bisa disetujui oleh Gubernur Jawa Timur.

“Kepala sekolah bisa memantau apa saja yang terjadi di sekolahnya. Jangan ada lagi siswa menganiaya gurunya, juga tidak boleh lagi ada guru menganiaya siswanya,” ungkap Syaiful.

Sementara itu, di SMAN 1 Torjun, semua siswa dan guru pulang lebih awal dari jam biasanya, sebab mereka semuanya pergi ke rumah korban untuk ikut mengantarkan jenazah korban ke tempat pemakaman.

HA/dbs

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here