VIVA.co.id – Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, telah dipadati pengunjung sejak pagi untuk menikmati berbagai wisata bersejarah. Sejak pukul 10.00 WIB, informasi yang didapatkan dari petugas Pengelola Kawasan Kota Tua menyatakan sudah 2.000 lebih pengunjung mendatangi kawasan ini.

Salah satu dari ribuan pengunjung itu adalah Khonia Widiastuti (32 tahun). Khonia datang dari Bekasi bersama satu anaknya untuk mengenalkan wisata sejarah yang ada di Kota Tua.

Di kawasan Kota Tua terdapat 5 bangunan yang menjadi objek para wisatawan berkunjung yakni seperti Museum Sejarah Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Mandiri dan Museum Bank Indonesia.

“Kami kan dari Bekasi, kebetulan ingin ajak main. Dan anak saya kepengen naik kereta. Selain itu, kenalin dia jenis meriam di sini dan gedung bersejarah,” kata Khonia saat ditemui di lokasi, Kamis, 29 Juni 2017.

Hampir sama dengan Khonia, Feri Atihuta, bapak berumur 56 tahun punya alasan mengajak seluruh keluarga intinya untuk berkunjung ke Kota Tua. Tujuannya adalah, selain berwisata ingin mendidik anak-anaknya untuk tidak melupakan sejarah jika kelak tua nanti.

“Anak-anak saya nanti 20 tahun ke depan bisa tahu. Dan sudah besar di Jakarta ini dengan sebutan Kota Tua itu dulu zaman penjajahan sempat berjaya,” kata dia.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Norviadi S Husodo, mengatakan, ada peningkatan pengunjung di kawasan Kota Tua sejak dibuka untuk museum, Selasa 27 Juni 2017.

Berdasarkan hitungannya, ada sekitar 112 ribu pengunjung yang masuk hingga Rabu, 28 Juni 2017. Ia memprediksi, jumlah itu akan terus melonjak hingga akhir pekan lantaran merupakan akhir dari libur musim lebaran.

“Mereka pengunjung lebih banyak tertarik ke Kawasan Kota Tua. Pengunjung bisa berfoto selfie, naik sepeda ontel dan duduk bersama keluarga,” ujar dia.

Dan dari data keseluruhan itu, lanjut Norviadi, kebanyakan pengunjung hanya menikmati hiburan atau wisata yang ada di Taman Fatahillah. Padahal, ada banyak berbagai wisata bersejarah yang bisa didatangi. Lebih dari itu, tarif masuk yang dikenakan untuk masuk tiap museum pun tidak besar hanya Rp5.000.

“Dari data kemarin 100 ribu lebih itu, sebagian besar berkunjung di kawasan. Setiap harinya hanya sepertiga yang datang museum, sisanya hanya berada di kawasan. Nanti akan saya compare untuk perbandingan ke depan,” kata dia. (one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here