Jakarta, CNN Indonesia Seni budaya Indonesia bakal mejeng di setiap sudut Belgia, negara ibukota Uni Eropa. Indonesia didapuk menjadi tamu kehormatan yang secara otomatis juga menjadi negara tema untuk ajang festival seni budaya bergengsi di Eropa, Europalia 2017.

Festival itu merupakan ajang budaya terbesar di Eropa yang diselenggarakan Kerajaan Belgia setiap dua tahun sekali sejak 1959. Setiap penyelenggaraannya, Belgia menunjuk satu negara tamu untuk memamerkan seni dan budaya di 36 kota dan delapan negara di Eropa selama hampir empat bulan.

Tahun ini, giliran Indonesia yang bakal unjuk gigi di negeri barat itu, di bawah arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebelumnya baru ada tiga negara Asia yang pernah menjadi negara tamu di Europalia, yakni Jepang (1989), China (2009), dan India (2013).

“Ini sangat penting bagi kami unuk mengetahui apa yang terjadi di Indonesia sejak dahulu kala sampai saat ini. Karena kami tidak punya ritual dan tradisi leluhur seperti ini,” kata perwakilan Pemerintah Belgia dan Europalia, Drik Vermaelen saat temu media di Museum Nasional, Jakarta, Senin (11/7).

Bertajuk ‘Rampai Indonesia di Eropa,’ Indonesia bakal memamerkan lebih dari 400 benda-benda berharga dari zaman purbakala hingga era modern. Benda bersejarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia itu dibagi dalam dua kategori pameran: Ancestor dan Archipel.

Pemilihannya dilakukan oleh kurator asal Belgia dan Indonesia.

Kepala praw yang terbuat dari kayu berasal dari Banjarmasin merupakan salah satu koleksi yang akan dipamerkan di Belgia dalam festival seni terbesar di Eropa, Europalia.Kepala praw yang terbuat dari kayu berasal dari Banjarmasin akan ikut dipamerkan di Belgia dalam festival seni terbesar di Eropa, Europalia. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Pameran Ancestor bakal menceritakan aneka ragam budaya Indonesia menghargai leluhur. Dalam kategori pameran ini, sebanyak 167 benda peninggalan leluhur akan dibawa ke Belgia. Benda-benda itu akan memberikan gambaran tradisi Indonesia mulai dari kirab hingga mudik.

Untuk pameran Archipel, Indonesia akan menunjukkan budaya maritim yang sudah berkembang sejak dahulu kala, mulai teknologi perkapalan, pengetahuan navigasi dan beragam tradisi.

Di kategori ini pemerintah membawa 250 benda yang berkaitan dengan budaya maritim. Untuk memperkuat budaya, sebuah replika kapal Bugis saat ini tengah dibuat di Bulukumba untuk bisa dipamerkan di Belgia, Oktober mendatang.

“Tujuannya menunjukkan sejarah maritim dan budaya Indonesia dan seiring dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia,” kata Anggota Tim Ahli Pameran Archipel, Singgih Tri Sulistyono.

Mayoritas benda-benda itu merupakan koleksi dari Museum Nasional. Sebagiannya lagi dikirim dari museum lokal di berbagai daerah dan beberapa merupakan koleksi pribadi.

Ratusan benda yang akan dikirim itu memiliki ukuran dan berat yang bermacam-macam, bahkan ada yang mencapai satu ton. Artefak itu juga terbuat dari berbagai bahan seperti kayu, batu, tengkorak, perunggu, hingga emas.

Koleksi tersebut juga dibagi berdasarkan periode terbentuknya, mulai periode kuno (3000 sebelum masehi), periode pra modern (abad 1-15), periode awal modern (abad 7-18), hingga periode modern (abad 19 sampai sekarang).

Mahkota, keris, dan kalung yang terbuat dari lapisan emas juga akan dipamerkan di Belgia dalam festival seni terbesar di Eropa, Europalia.Mahkota, keris, dan kalung yang terbuat dari lapisan emas juga akan dipamerkan di Belgia dalam festival seni terbesar di Eropa, Europalia. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Selain dua pameran utama, Europalia bertema Indonesia ini juga melibatkan lebih dari 400 pekerja seni dalam bidang tari, pertunjukkan, musik, instalasi, film. Sebanyak 226 karya dan juga program akan menghibur penonton yang diperkiran bakal mencapai lebih dari 1,5 juta orang.

Kebudayaan Indonesia akan mulai dipamerkan pada 10 Oktober 2017 hingga 21 Januari 2018.

(rsa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here