RAKYAT.NET, Jakarta – Kekerasan terhadap wartawan MetroTV terjadi di halaman Kantor Bupati Banyumas. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyumas mengutuk keras pelangggaran UU 40/1999 Tentang Pers yang dididuga dilakukan sejumlah oknum petugas Satpol PP dan kepolisian.

Darbe Tyas, kontributor Metro TV dianiaya saat meliput aksi ratusan orang dari komunitas Selamatkan Slamet yang berlangsung di Kabupaten Banyumas.

“Kami mengutuk aksi kekerasan terhadap wartawan yang sedang meliput,” tegas Ketua PWI Banyumas, Sigit Oediarto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (10/10).

Berawal mulai pukul 10 pagi (Seninm, 9/10), sejumlah jurnalis meliput aksi ratusan orang dari komunitas Selamatkan Slamet. Aksi ini dimulai dari Kampus IAIN Purwokerto, hingga Alun-alun Purwokerto tepatnya di depan pintu gerbang Pendopo Sipanji atau Kantor Bupati Banyumas).

Bupati Banyumas Achmad Husein diminta membuat surat rekomendasi kepada Presiden RI Joko Widodo untuk menghentikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Baturaden. Mereka beralasan PLTP Baturaden menyebabkan kerusakan lingkungan, terutama pada pemanfaatan air bersih yang bersumber dari hutan Gunung Slamet.

Aliansi Selamatkan Slamet, tidak menemui kata sepakat dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas, sehinga mereka bertahan di halaman Alun-alun Purwokerto, sebelah utara hingga Senin malam. Sekitar pukul 22.00 WIB, aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja melakukan upaya untuk membubarkan masa yang bertahan dengan mendirikan tenda.

Pada saat melakukan pembubaran masa ini, dari keterangan wartawan yang meliput. Mereka adalah Agus Wahyudi dan Dian Aprilianingrum dari Suara Merdeka, M Wahyu Setiya Putra dari Radar Banyumas, Aulia El Hakim dari Satelit Pos dan Darbe Tyas dari Metro TV.

Polisi menghalang-halangi, kerja wartawan dengan meminta untuk tidak mendokumentasikan proses pembubaran masa yang berada di tenda. Selain itu Darbe Tyas, dipukuli oleh oknum polisi dan Satpol PP sehingga mengalami luka. Kamera milik Darbe Tyas juga dirampas oleh oknum tersebut. Padahal mereka berada di lokasi berlangsungnya aksi dalam rangka melaksanakan tugas jurnalistik.

“Kami meminta kepada pelaku tindak kekerasan terhadap wartawan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Meminta kepada Kapolres Banyumas dan Bupati Banyumas, agar bisa mengembalikan sejumlah barang yang hilang dan menganti kerusakan yang ditimbulkan,”

Sumber: rmol.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here