JAKARTA, KompasProperti – Kalla Group melalui anak usahanya di bidang properti, PT Baruga Asrinusa Development mengembangkan perumahan Bukit Baruga seluas 300 hektar di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sejak 1996, rumah-rumah yang dibangun diperuntukan bagi segmen menengah ke atas atau non-subsidi.

Namun, beberapa waktu terakhir, perusahaan melihat kondisi pasar kurang bagus sehingga terpaksa banting setir menyasar segmen lain, yaitu menengah ke bawah.

“Pengembang butuh cash in. Kalau lihat situasi (properti lesu), kita mau mengubah rencana jangka pendek, yatu (memasarkan) rumah Rp 400 jutaan untuk dongkrak penjualan,” ujar controller proyek Beni Syahbana saat berbincang dengan KompasProperti, pekan lalu.

Ia mengatakan, selama ini, rumah-rumah yang dipasarkan di Bukit Baruga harganya berkisar Rp 700 juta.

Dengan harga tersebut, pembeli rumah Bukit Baruga didominasi pengusaha, terutama pengusaha cokelat dan non-migas.

Namun, karena saat ini pasar yang terbesar adalah pegawai swasta, harga rumah Rp 700 juta-Rp 1,5 miliar dinilai terlalu tinggi.

Beratnya kondisi properti tersebut telah dirasakan sejak tahun kemarin. Untuk menjaring pasar yang lebih luas, sebanyak 400 unit rumah menengah ke bawah akan dijual di Bukit Baruga.

Meski demikian, Baruga juga masih memasarkan rumah untuk segmen premium yang dibanderol Rp 3,5 miliar sebanyak 21 unit sisa dari tahun lalu.

Tahun ini, rumah premium yag dipasarkan sebanyak 40 unit dengan harga Rp 3,2 miliar.

“Kami mix (campur) ada rumah premium, ada rumah kecil. Sekarang sudah ada 10 klaster yang dibangun tapi harga-harganya di atas Rp 500 juta,” jelas Beni.

Ia menambahkan, Baruga akan memulai pemasaran rumah menengahtersebut tahun ini. Segmen yang disasar adalah pegawai swasta dalam Kalla Group sendiri yang jumlahnya mencapai 10.000 orang.

Tipe unit yang dijual merupakan tipe 40 dengan pilihan luas lahan mulai 72 meter persegi sampai 88 meter persegi.

PenulisArimbi Ramadhiani
EditorHilda B Alexander

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here