RAKYAT.NET, Jakarta – Power bank hasil daur ulang sampah yang diproduksi warga Kota Bekasi menjadi salah satu pemenang lomba teknologi tepat guna yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini.

Dilansir dari antaranews.com, Joko Susilo mengatakan, power bank itu dirakit dari daur ulang limbah baterai laptop yang ada di lingkungan kami sejak 2016.

Pengisi daya berkapasitas 10 ampere itu bisa bertahan 10 jam pengisian. Joko bahkan sanggup memberikan garansi masa pakai produknya selama 12 bulan berdasarkan pemanfaatan bahan baku yang berkualitas.

Joko menyeleksi dan memilah limbah baterai laptop. Biasanya komponen yang kami pilih berasal dari produk Samsung atau Sanyo.

Limbah eletronik itu tidak hanya dikumpulkannya dari bank sampah di lingkungan sekitar, namun juga dari pusat perbelanjaan eketronik di Bekasi dengan membelinya dari sejumlah pengusaha barang eletronik, pada harga Rp 5 ribu-Rp 10 ribu untuk enam baterai.

Motivasi Joko, dilatarbelakangi banyaknya limbah batre laptop yang sangat berbahaya hanya terbuang begitu saja. Padahal limbah batre tersebut mengandung kandungan mercury, timah dan racun kimia lainnya.

Oleh sebab itu, Joko ingin menggunakan limbah itu mengubahnya menjadi produk teknologi tepat guna.

Menurutnya, baterai laptop yang terbuang sebanyak 80 persen komponennya saya bongkar. Biasanya kerusakan terjadi pada integrated circuit (IC) yang kami perbaiki secara manual.

Hasil daur ulang IC ini diklasifikasikannya ke dalam dua kategori. Kategori A, untuk bahan baku power bank, dan kategori B untuk aki sepeda eletrik.

Power bank ini selanjutnya dilombakan dalam ajang Teknologi Tepat Guna pada 24 Agustus 2017 di Majelengka.

Produk daur ulang sampah ini berhasil meraih penghargaan juara tiga dalam lomba ini setelah Sumedang dengan teknologi inverter dan Kota Bandung dengan teknologi konveksinya.

Joko yang mendapat hadiah Rp 17 juta rupiah. Dan sejak menang lomba, permintaan power bank dari limbah batre laptop meningkat drastis sampai 30 unit dari sejumlah pelanggan yang dibandrol Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per unit.

Sumber: antaranews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here