RAKYAT.NET, Jakarta – Kebijakan penerapan aturan ganjil genap di jalan tol telah dievaluasi. Kebijakan yang menuai pro kontra tersebut ternyata hanya dapat mengurangi 20% kemacetan.

Polisi mengakui aturan ganjil-genap yang diterapkan di Tol Bekasi tak terlalu signifikan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas tol Jakarta-Cikampek. Kebijakan itu diperkirakan hanya dapat mengurangi 20 persen kemacetan.

“Memang belum begitu besar untuk atasi kemacaten Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi),” kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, saat meninjau pemberlakuan aturan ganjil-genap di tol Bekasi Barat 1, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin, 12 Maret 2018.

Mengatasi kepadatan lalu lintas di kota megapolitan seperti Jakarta dan sekitarnya, menurut Royke, memang tak dapat hanya mengandalkan kebijakan ganjil-genap. Lagi pula, aturan itu tak akan efektif atau bertahan lama kalau tidak didukung aturan lain yang lebih komprehensif.

Kebijakan utama yang harus upayakan maksimal oleh pemerintah ialah terus memperbaiki sarana transportasi publik, dan memperluas himbauan agar tercipta kesadaran masyarakat untuk menggunakan kendaraan kendaraan umum. Itulah yang sudah terjadi di kota-kota besar negara-negara maju, umpamanya di Eropa.

Dalam konsep transportasi publik itu, kata Royke, ada tiga hal yang ditekankan, yakni masyarakat mau berjalan, bersepeda, dan menggunakan transportasi umum. Begitulah seharusnya masyarakat di kota-kota besar di Indonesia.

“Kita jangan terlalu manja, mau ke mana naik ojek, tapi mengajak berjalan. Kedua, bersepeda kalau jarak agak jauh,” ujarnya.

Upaya itu tak dapat hanya dikampanyekan atau diimbau-imbau, melainkan harus didukung sarana dan prasarana yang memadai, yang pada pokoknya membuat nyaman dan aman masyarakat. Misalnya, kata Royke, “trotoar harus aman bagi pejalan kaki, tidak ada pedagang kaki lima, dan sepeda motor di trotoar.”

Moda transportasi publik pun harus didukung insentif yang cukup oleh pemerintah agar di antaranya, murah, aman, dan nyaman. “Sehingga masyarakat tertarik dan harus dibuat aman, nyaman, lancar sampai tujuan,” ujarnya.

Sumber: viva.co.id
Foto: infobekasi.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here