Merdeka.com – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, mengaku prihatin atas terjadinya insiden senggolan pesawat Lion Air dan Wings Air. Dia memastikan segera meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki insiden tersebut.

“Saya baru dengar laporan, saya prihatin tentang kejadian itu,” kata Menhub Budi saat dikonfirmasi, di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (3/8).

“Saya akan menugaskan KNKT untuk melakukan pengawasan karena nanti kita akan lakukan pengamatan, kita lihat ini siapa yang salah,” tambahnya.

Nantinya, Menhub Budi memastikan pihak yang terbukti bersalah akan mendapatkan hukuman. “Apapun kita akan selidiki siapa yang bersalah. Tentunya kalau ada yang bersalah, kita kan ada reward (penghargaan) dan punishment (hukuman),” tegasnya.

Selain itu, Menhub Budi mengimbau kepada seluruh pilot agar selalu berhati-hati saat bertugas. “Tolong hati-hati karena profesi daripada pilot ini adalah profesi yang sangat penting sangat membutuhkan kompetensi dan tentunya harus hati-hati,” pungkasnya.

Sebelumnya, dua pesawat bersenggolan di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Kamis (3/8) siang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun aktivitas penerbangan sempat dihentikan.

Insiden terjadi antara pesawat ATR 72 Wings Air dengan Boeing 737-900 ER Lion Air. Pesawat Wings Air itu dalam persiapan terbang menuju Meulaboh, Aceh. Sedangkan pesawat Lion Air baru mendarat.

“Insiden terjadi di taxiway siang ini sekitar pukul 11.10 WIB,” kata Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto.
Akibat tabrakan itu, sayap kedua pesawat rusak. Bahkan sayap ATR 72 patah.

[bim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here