RAKYAT.NET, Jakarta – Pertamina menjamin pasokan BBM di NTB tetap lancar. Pasca gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) pada Minggu, 5 Agustus 2018, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) masih mencekam. Gempa susulan masih terjadi beberapa kali.

Namun, untuk tetap menyediakan kebutuhan energi masyarakat, PT Pertamina (Persero) meminta mitra usaha yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk tetap beroperasi.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V Rifky Rakhman Yusuf mengungkapkan, meskipun ikut menjadi korban gempa, para karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lombok tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami tetap melayani masyarakat yang membutuhkan BBM. Karena ini sangat membantu mobilisasi mereka yang terkena bencana,” kata Rifky, di Jakarta, Jumat (10/6/2018).‎

Saat ini masyarakat di Lombok sangat membutuhkan BBM, termasuk untuk mengantarkan bantuan yang datang silih berganti dari berbagai wilayah Indonesia.

Hingga saat ini, bantuan berupa makanan, obat-obatan, petugas medis dan bantuan lainnya masih berdatangan untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar yang sedang tertimpa musibah.

“Kami berkomitmen melayani korban gempa, seperti halnya masyarakat Indonesia yang terus menunjukan kepedulian pada sesama, meskipun terpaut jarak yang cukup jauh,” tutur Rifky.

Pertamina di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat memaksimalkan layanan dengan menyalurkan BBM secara penuh.

Hal ini terlihat pada SPBU Pertamina 54.833.09 di Kayangan, Lombok Utara. Seorang petugas SPBU, Paryadi masih melayani pembelian BBM untuk kendaraan, baik motor maupun mobil yang membutuhkan BBM.

“Kami ikhlas untuk meninggalkan keluarga di rumah. Bukan karena tidak sayang, tetapi ini salah satu bentuk tanggung jawab terhadap tugas kami, sekaligus ingin ikut berkontribusi membantu para korban yang mengalami kesulitan,” tambahnya.

Sumber: liputan6.com