TEMPO.CO, Jakarta – Jika anak enggan ke sekolah karena masih mengantuk, orang tua harus memberikan persiapan fisik seperti waktu tidur yang cukup.

Untuk membiasakan pola tidur yang benar pada anak, orang tua mesti disiplin. Penting juga memberikan contoh kepada anak agar tidur pada waktunya. Caranya, seluruh anggota keluarga, ayah, ibu, kakak dan adik, harus masuk kamar pada jam tidur, misalnya pukul 21.00.

Anggota keluarga yang lain boleh saja melakukan aktivitas di dalam kamar, misalnya kakak belajar di kamar sebelum tidur. “Tapi yang pasti, anak mendapat kesan ini adalah jam istirahat,” kata konsultan pendidikan anak usia dini, Mutiara Padmosantjojo.

Kedua adalah persiapan emosional. Orang tua, menurut Mutiara, harus memiliki perencanaan. Misalnya, dari lima hari sebelum masuk sekolah memberikan penjelasan kepada anak kalau ia mesti berangkat beberapa menit sebelum jam masuk sekolah.

Anak pun, kata dia, harus dibuat tertarik dan merasa ingin pergi ke sekolah. “Misalnya dengan cara membacakan buku tentang tokoh cerita yang akan pergi ke sekolah sebelum tidur,” katanya. Dengan cara ini, anak akan tertarik dan ingin pergi ke sekolah esok harinya.

Persiapan emosi yang lain adalah memberikan contoh kepada anak agar tidak malas ke sekolah. “Jangan pernah mengatakan di depan anak Anda, ‘Aduh, sudah Senin lagi, Mama malas kerja’. Jangan sampai anak mendengar kalimat seperti ini,” kata Mutiara.

Bila anak masih tetap tidak mau bangun dan malah mengamuk (tantrum), Mutiara menegaskan agar orang tua konsisten. “Jangan biarkan bolos. Kalau sekali saja anak diberi keleluasaan untuk bolos, ia akan tantrum lagi,” kata Mutiara.

Di sini anak pun akan memperhatikan apakah dengan mengamuk ia mendapat sesuatu yang diinginkannya. “Jika orang tua konsisten, anak akan mengerti bahwa dengan mengamuk, ia tidak akan memperoleh yang diinginkan,” kata Mutiara.

KORAN TEMPO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here