RAKYAT.NET, Jakarta – Mudik lebaran 2018 telah dekat. Antisipasi membeludaknya penumpang baik angkutan darat, laut maupun udara telah dipersiapkan sejak dini. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2018. Tak hanya untuk angkutan darat saja, berbagai persiapan juga dilakukan untuk pengguna transportasi udara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, melihat dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, penumpukan arus mudik tidak hanya terjadi pada transportasi darat saja tetapi juga transportasi udara.

Oleh karena itu, untuk mengurangi penumpukan penumpang pesawat pada arus mudik tahun ini, Kementerian Perhubungan telah meminta kepada pengelola bandara untuk menambah jam operasional hingga pukul 24.00 waktu setempat.

“Saya minta untuk menambah jam operasi bandara. Tak hanya di Jawa, untuk yang di NTT, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi juga menambah jam operasi bandara,” kata ‎Budi, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Persiapan lainnya untuk memperlancar arus mudik melalui transportasi urada adalah dengan meminta maskapai komersial mengoperasikan pesawat berbadan lebar. Maskapai juga diminta untuk mengoptimalkan slot penerbangan malam hari.

“‎Optimalisasi slot time pada malam hari, menerbitkan persetujuan terbang dan mengoperasikan pesawat di beberapa terminal baru,”katanya.

Faktor keselamatan juga menjadi perhatian Kementeria Perhubungan. Budi Karya meminta kepada para maskapai untuk benar-benar menjaga keselamatan penumpang. Kementerian Perhubungan akan melakukan inspeksi ‎pada armada pesawat dan meminta maskapai tidak melakukan kegiatan perbaikan pada landas pacu.

“Untuk wilayah udara, kami minta pertama kali melakukan ramp inspection, dan rotasi pesawat, menghentikan sementara kegiatan overlay,” tambahnya.

Sumber: liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here