RAKYAT.NET, Jakarta – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menyatakan, penyegelan gudang gula sebanyak 7.077 ton gula di Pabrik Gula Sindangjaya dan 8.800 ton gula di Pabrik Gula Tersana Baru dilakukan semata-mata untuk melindungi konsumen atau masyarakat.

Menurutnya, penyegelan gudang gula tersebut dilakukan lantaran gula yang diproduksi tidak memenuhi standar layak konsumsi berdasarkan kadar ICUMSA (International Commission For Uniform Methods of Sugar Analysis).

Dilansir dari kompas.com, Mendag menambahkan bahwa pemerintah tak hanya melakukan penyegelan namun juga berupaya melakukan proses produksi ulang hingga gula tersebut layak konsumsi dan memenuhi kriteria kadar ICUMSA.

Menurut Mendag, gula tersebut tidak akan dibuang atau dimusnahkan tetapi akan tetap dipasok ke pasaran setelah melalui proses produksi ulang.

Mendag menegaskan, penyegelan tersebut bukan upaya untuk tidak memasarkan gula hasil panen petani tebu. Menurutnya, jika petani merasa dirugikan, hal tersebut merupakan tanggung jawab pabrik pengolahan yang mengolah tebu hasil produksi petani menjadi gula.

“Apakah petani dirugikan? Tidak. Karena itu masih tanggungjawab dari pabrik gula. Beban siapa? Ya pabrik gula. Petani menerima bagi hasil dari yang sudah diproses dan yang bisa dijual. Jadi tidak ada petani dirugikan,” pungkas Mendag.

Sumber: kompas.com, antaranews.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here