RAKYAT.NET, Jakarta – PLN akan melakukan tiga penyederhanaan golongan listrik untuk rumah tangga non subsidi. Pertama, pelanggan golongan 900 VA non subsidi akan tetap membayar tarif listrik sebesar Rp 1.352 per kWh. PLN akan meningkatkan kemampuan penggunaan daya golongan ini hingga mencapai 1.300 VA.

Kedua, pelanggan dengan daya listrik 1.300 VA sejak awal, lalu 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA akan mampu memakai daya 5.500 VA. Ketiga, bagi pelanggan listrik di atas 5.500 VA akan bisa menggunakan daya hingga 13.200 VA ke atas. Nah, untuk ketiga golongan non subsidi itu, PLN hanya mengkateogrikan menjadi dua tarif.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng minta PLN mengubah sebutan penyederhanaan golongan jadi penyesuaian daya listrik. “Ini kompleks. Pemerintah tidak mau penerapan ini membuat gaduh,” terang Andy.

Andy juga belum bisa memastikan penerapan bisa mulai Maret 2018. Ada 37 jenis golongan tarif yang harus dipilih untuk diterapkan. “Yang penting, jika volume listrik banyak, harga kecil bagus. Artinya volume naik omzet PLN tinggi,” ujar dia.

Anggota Komisi VII DPR Hari Purnomo mengatakan, PLN memang sudah memsosialisasi penyederhanaan itu. “Tapi, tak semua fraksi mendukung,” kata dia.

Konsekuensi penyederhaan golongan tarif ini, penggunaan listrik konsumen bisa tak terkontrol, ikut maksimal daya. Efeknya baru terasa saat tagihan listrik yang melesat. Siapkah masyarakat?

Sumber: kontan.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here